Profil Desa Gombong

Sabtu, 14 Maret 2009 |

DESA Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang berada di daerah perbukitan. Hawanya sejuk dengan panorama alam yang indah. Dengan tipografi alam seperti itu, Gombong memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan desa lainnya. Setidaknya, potensial untuk budi daya tanaman holtikultura dan bisa dikembangkan menjadi objek wisata perkebunan. 
Sejauh ini, Desa Gombong diproyeksikan oleh Pemkab sebagai sentra kegiatan agrobisnis berpola modern atau lebih dikenal dengan program agropolitan. Kini, program itu sudah berjalan bagus. Sarana dan prasarana pendukung telah dibangun termasuk jalan mulus dan terminal untuk pemasaran komoditas sayuran ke berbagai daerah. Program agropolitan tidak saja di Kecamatan Belik tetapi mencakup wilayah Watukumpul, Pulosari, Moga, dan Randudongkal. Sebagai tolok ukur keberhasilan adalah banyaknya pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, lembaga penelitian, departemen, dinas, instansi, dan universitas yang berkunjung ke kawasan agropolitan.
Hampir setiap bulan, Pemkab menerima tamu untuk studi banding, survei, atau magang. Tamu-tamu tersebut dari Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Jawa Tengah sendiri. "Bahkan, kami menerima kunjungan dari pemerintah daerah yang lebih dulu melaksanakan agropolitan, seperti Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Kulonprogo. Namun, hendaknya hal itu jangan membuat kita berbangga hati dan terlena untuk semakin maju," papar Bupati. 

Sayuran 

Produk unggulan kawasan agropolitan saat ini adalah sayuran terutama cabai. dan yang lainnya adalah jagung, kubis, cesim, lombok, cabe rawit, kentang, tomat, bawang bombay, seledri, buncis dan belakangan mulai ramai dengan tanaman strawberi. Bahkan tanaman nilam yang kini menunjukkan tren naik bisa dijadikan alternatif untuk pengembangan kegiatan agropolitan. Apalagi telah memiliki modal lahan produktif 1.000 hektare. Desa Gombong memang dipilih sebagai kawasan perintisan agropolitan. Hal itu sangat wajar. Sejak dahulu, prestasi Gombong memang tidak kecil. Daerah ini pernah meraih penghargaan Kalpataru dan budi daya tanaman obat-obatan. 
Menurut penuturan Kepala Desa Gombong, Sumontro, sejak dahulu desanya memang selalu mendapat berkah. Kendati karena kondisi tanahnya banyak warga kesulitan air bersih pada musim kemarau, tanaman di daerah itu tidak ada yang mengering dan tumbuh subur. 
Lahan pertanian holtikultura yang ada sekitar 200 hektare. Hampir semua penduduk Desa Gombong yang terdiri atas 294 keluarga bergerak di bidang usaha pertanian. Mereka terbagi dalam 17 kelompok tani. Setiap bulan diadakan pertemuan rutin. Dalam pertemuan itu mereka saling bertukar informasi teknologi. Produksi holtikultura di Desa Gombong belum bisa diperinci. Namun, produksi cabai di desa Gombong relatif bagus. Setiap bulan bisa menghasilkan ratusan kuintal. Selain diekspor, cabai dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal, nasional, dan antarpulau. Pasar lokal meliputi Cirebon, Jatibarang, Patrol Indramayu, Kramatjati, Tanah Tinggi (Tanggerang), dan Bogor. Untuk antarpulau dikirim ke Kalimantan.***

Sumber: 

http://kecamatanbelik.net