Empat Kabupaten di Jateng terindikasi Bakal Rawan Pangan

Jumat, 20 Maret 2009 |

Banyak Kepala Daerah, mulai Lurah, Camat, Bupati dan Gubernur yang terperangah ketika mendapat laporan bahwa sebagian wilayahnya termasuk kategori rawan pangan. Tak kurang dari seorang Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah menyatakan kecut hatinya seusai mendengar laporan Ir. Gayatri Indah Cahyani Msi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah, bahwa di Jawa Tengah masih ada 4 Kabupaten yang rawan pangan pada Pertemuan Teknis Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.

Di hadapan tak kurang dari 200 orang peserta gubernur menunjukkan keraguannya kalau ada masyarakat di Jawa Tengah yang kurang makan dan minta kepada Kepala BKP beserta jajarannya untuk mencermati kembali data tersebut.

Gubernur juga menyampaikan bahwa adanya daerah rawan pangan tersebut bertentangan dengan data ketersediaan pangan yang juga dilaporkan pada pertemuan itu. Pada bab lain Ir. Gayatri memang melaporkan bahwa pada Tahun 2008 Jawa Tengah mengalami surplus bahan pangan penting, yaitu beras surplus 2.302.250 ton, jagung surplus 2.260.044 ton, kacang tanah surplus 130.588 ton, daging surplus 43.843 ton, telur surplus 18.285 ton. Ada 4 komoditas yang mengalami kekurangan yaitu kedelai kurang 647.104 ton, gula kurang 82.666 ton, susu kurang 188.940 ton, ikan kurang 58.297 ton.

"Bagaimana mungkin di daerah yang ijo royo-royo serta surplus beras dan jagung kok ada anggota masyarakat yang kurang makan", demikian imbuhnya.

(Bersambung)

Referensi : Tabloid Sinar Tani