Kue Khamir (Jajanan Khas Pemalang)

Sabtu, 14 Maret 2009 |

Kalau berkunjung ke kota Pemalang, jangan lupa mencicipi jajanan khas Pemalang berupa kue Khamir.  Salah satu kudapan yang pantang dilewatkan "kue khamir" atau ada yang menyebut dengan kue shamir.  Biasanya kue ini dibuat oleh masyarakat keturunan Arab yang berdomisili di daerah Kelurahan Mulyoharjo yang dikenal juga dengan sebutan Kampung Arab.  Salah satunya adalah Ny. Chamidah (56) yang sudah membuat kue kue ini selama 20 tahun.

Chamidah membuat dua jenis khamir. Ada khamir beras dan khamir terigu. Namun Chamidah lebih banyak membuat khamir terigu yang lebih tahan lama. "Kalau khamir beras biasanya lebih sedikit dan berdasarkan pesanan," Jelasnya.

Khamir terigu dibuat dari tepung terigu, ragi, mentega, dan gula. Adonannya diinapkan selama satu malam hingga mengembang. Adonan yang sudah siap lalu dipanggang diatas loyang dengan cetakan berbentuk bulat. Setiap loyang berisi 4 cetakan.  Sebelum digunakan, loyang sudah diberi sedikit minyak yang dibuat dari campuran minyak kelapa sehingga aromanya semakin harum.  Dalam 3 - 5 menit, khamir pun matang dan siap dijual.  Per buah dibandrol dengan harga Rp.900,- saja.

Sedang khamir beras dibuat dari tepung beras, santan, dan gula.  Proses pembuatannya kurang lebih sama.  Namun hasilnya sedikit berbeda.  Penampilan bagian atas khamir beras lebih mengkilat dan licin.  Sementara bagian bawahnya agak kecokelatan karena terpanggang dengan pola karamelisasi.  Namun rasanya lebih gurih karena mengandung santan.  Sayangnya, khamir beras hanya bertahan selama satu hari.  Sedangkan khamir terigu bisa mencapai 4 hari sehingga lebih banyak yang memilihnya sebagai oleh-oleh.

Khamir buatannya banyak dijajakan di toko-toko kue kota Pemalang.  Namun jika ingin yang fresh dan panas dari panggangan, Anda bisa datang ke toko sekaligus rumah produksinya yang terletak di Jl. Semeru, Mulyoharjo.  Lokasinya tepat dibelakang Masjid An-Noor di kampung Arab telpon (0284) 321579.  Disinilah proses pemanggangan kue berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 sore.  dalam sehari, Chamidah mengaku membutuhkan 50 kilogram terigu untuk dibuat khamir yang gurih ini.***

Referensi: Tabloid Saji edisi 139/th.VI/3-9 Desember 2008.

0 komentar:

Poskan Komentar