UPACARA BARITAN

Jumat, 27 Maret 2009 |

BARITAN
Adalah Upacara Melarung Jolen yang berisi makanan, minuman dan buah-buahan ke tengah laut. Acara ini diselenggarakan oleh para nelayan sebagai ungkapan rasa syukur. Upacara ini diikuti oleh ratusan perahu yang telah dihias berwarna-warni. Selesai upacara diadakan berbagai macam hiburan selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Baritan dilaksanakan tiap tahun sekali yaitu, tiap hari Selasa atau Jum'at Kliwon pada setiap bulan Maulud.

TEMPAT WISATA KAB. PEMALANG

|

PANTAI WIDURI
Lokasi di Desa Widuri Kabupaten Pemalang (+ 3 Km Utara Kota Pemalang). Pantai Widuri merupakan obyek Wisata Pantai berhawa sejuk, pohon-pohon besar dan rindang berusia ratusan tahun yang berjajar rapi sepanjang bibir pantai. Senja hari para pengunjung dapat menikmati panorama sun set yang menawan. Lapangan tenis, panggung hiburan dan sarana mainan anak-anak. Obyek Wisata ini mudah dijangkau dengan berbagai macam jenis kendaraan.

KOLAM RENANG & PERISTIRAHATAN MOGA
Lokasi di Desa Moga Kecamatan Moga (+ 41 Km arah selatan Kota Pemalang). Obyek Wisata ini berupa Kolam Renang alami dan Kawasan Peristirahatan yang berhawa sejuk yang dikitari panorama alam pegunungan. Kolam Renang Moga dilengkapi fasilitas Lapangan Tennis dan Hotel. Bagi penggemar buah-buahan tak jauh dari Obyek Wisataini terdapat kios-kios yang menyediakan aneka buah-buahan seperti nenas, alpukat dan rambutan.

CEPOKO WULUNG
Terletak di Desa Banyumudal Kecamatan Moga (+ 44 Km Selatan Kota Pemalang). Obyek Wisata ini merupakan kawasan hutan pinus dimana terdapat banyak sekali sumber-sumber mata air jernih. Cepaka wulung saat ini dilengkapi dengan fasilitas Kolam Renang Alami dan Panggung Hiburan. Obyek Wisata ini cocok untuk olah raga hiking dan camping.

CURUG SIBEDIL
Sebuah Curug dengan ketinggian + 20 meter ini terletak di Desa Sima Kecamatan Moga (+/- 46 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Dinamai Sibedil karena tidak jauh dari lokasi obyek ini terdapat sebuah batu yang bentuknya mirip sebuah bedil. Curug ini menyajikan suasana damai sehingga tempat ini cocok untuk melepas kejenuhan dari rutinitas sehari-hari.

CURUG SIPENDOK
Terletak di Desa Mandiraja Kecamatan Moga (+ 50 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Curug Sipendok memiliki ketinggian + 7 meter yang dikelilingi panorama alam pegunungan dan berhawa sejuk. Disekitar obyek ini terdapat banyak batuan artistik yang menambah asri suasana sekitar.

TELAGA SILATING
Terletak di Desa Sikasur Kecamatan Belik (+ 33 Km arah Selatan Kota Pemalang). Telaga Silating diapit oleh bukit-bukit berpanorama indah. Obyek Wisata ini amat potensial untuk wisata tirta. Pada bulan-bulan tertentu di Obyek Wisata ini dipentaskan musik dangdut yang dipagelarkan di atas panggung hiburan yang lokasinya tepat berada diatas telaga.

CURUG BENGKAWAH
Terletak di Desa Sikasur Kecamatan Belik (+ 35 Km arah Selatan Kota Pemalang) merupakan sebuah curug elok dengan ketinggian sekitar 20 meter. Curug ini mengalirkan air yang tak pernah kering dan menciptakan suasana damai sekitarnya. Bagi pecinta olah raga hiking, tempat ini amat cocok untuk tujuan rekreasi.

GUNUNG GAJAH
Terletak di Desa Gongseng Kecamatan Randudongkal (+ 35 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Gunung Gajah memiliki ketinggian + 1.100 meter dari permukaan laut. Dinamakan Gunung Gajah karena bentuknya yang mirip sosok seekor gajah. Bagi penggemar olah raga panjat tebing gunung ini menyajikan medan yang menantang. Dari puncak gunung yang sebagian besar terdiri dari bebatuan raksasa ini terhampar panorama yang indah.

GOA GUNUNG WANGI
Terletak di Desa Kuta Kecamatan Bantabolang (+ 26 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Gugusan Goa Gunung Wangi terdiri dari lima buah goa yaitu Goa Pengantin, Goa Buyung, Goa Laren, Goa Bandung dan Goa Siluman. Goa Buyung adalah yang terbesar dan terpanjang. Konon ujung lorongnya menembus hingga perbatasan Jawa Barat. Dibawah lorong-lorong Goa tersebut terdapat panorama bawah tanah berupa batuan Stalagtit yang dikeremangan lorong goa tampak begitu kharismatis dan menciptakan kesan mistis.

PANTAI JOKO TINGKIR
Terletak di Desa Nyamplungsari (Pemekaran dari Desa Loning) Kecamatan Petarukan (+ 12 Km Timur Laut Kota Pemalang). Obyek Wisata ini merupakan Obyek Wisata Pantai yang masih alami. Di pantai ini tersaji elok panorama laut biru, burung camar dan perahu-perahu tradisional. Senja hari banyak muda-mudi menyaksikan panorama sunset. Juga terdapat warung lesehan dengan menu ikan bakar, dengan harga yang terjangkau. Tiket masuk ke lokasi wisata hanya Rp.1500,-. Bentangan laut jawa yang luas dan desiran angin laut disela-sela pohon cemara sungguh mengasyikan sebagai tempat melepas penat.

PANTAI BLENDUNG
Terletak di Desa Blendung Kecamatan Ulujami (+ 26 Km Timur Laut Kota Pemalang). Pantai Blendung merupakan pantai yang masih alami. malam saat bulan purnama banyak muda-mudi berkumpul karena pada malam tersebut biasanya dipergelarkan acara hiburan pentas dangdut.

BUKIT MENDELEM
Terletak di Desa Mendelem Kecamatan Belik (+ 45 Km arah Selatan Kota Pemalang). Bukit ini memiliki ketinggian +/- 1.450 meter dari permukaan laut dan sebagian besar terdiri dari batuan diorit. Sepintas bukit ini tampak bagaikan pahatan pualam.Bagi penggemar olah raga panjat tebing, bukit ini amat cocok untuk tujuan rekreasi.

CURUG LAWANG
Terletak di Desa Mendelem Kecamatan Belik (+ 47 Km arah Tenggara Kota Pemalang). Curug Lawang memiliki ketinggian + 12 meter dan lokasinya terapit diantara bukit-bukit batu yang dikitari oleh panorama alam pegunungan. Tempat ini cocok untuk penggemar olah raga jalan kaki.

CURUG BARONG
Terletak di Desa Gunung Jaya Kecamatan Belik (+ 51 Km arah Tenggara Kota Pemalang). Curug dengan ketinggian + 25 meter ini terletak diantara celah bukit. Untuk mencapai lokasi curug ini perlu jalan kaki sejauh + 3 Km dengan mendaki dan menuruni bukit. Begitu sampai di kaki curug segala penat akan hilang karena menyaksikan panorama dan menikmati suasana kedamaian di curug ini.

TELAGA RENGGANIS
Terletak di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul (+ 63 Km Tenggara Kota Pemalang). Telaga Rengganis terletak diantara bukit dan hutan pinus. Obyek Wisata ini amat cocok untuk camping dan hiking. Mendirikan tenda di tepian telaga, memancing ataupun menikmati suasana alam pegunungan merupakan rekreasi yang menentramkan jiwa. Tempat ini juga cocok untuk wisata tirta.

REFERENSI
Website:
www.jawatengah.go.id/

Grombyang Pemalang yang bikin Mak Nyuuss...

Jumat, 20 Maret 2009 |

Satu lagi kuliner kota Pemalang yang paling fenomenal adalah Nasi Grombyang, hidangan berkuah yang sepintas hampir mirip dengan soto maupun rawon. Kalau anda sempat singgah di kota Pemalang apabila melewati jalur ini, jangan lupa untuk mencicipi kuliner ini, rasanya dijamin mak nyus, perpaduan rasa yang komplit antara segar, gurih apalagi dihidangkan dengan panas wah lidah betul-betul dimanjakan. Belum berkunjung ke Pemalang kalau belum mencicipi "Nasi Grombyang".

Makanan ini merupakan makanan yang hanya ada di Pemalang dan kebanggaan warga Pemalang. Nama Grombyang berasal dari bentuk penyajian makanan ini, antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya sehingga kelihatan grombyang-grombyang (goyang-goyang). Ramuan Grombyang terdiri dari nasi, irisan daging kerbau/sapi dan kuah, disajikan dalam mangkuk kecil (yg biasa dipakai untuk bakso) dilengkapi sate kerbau/sapi.

Ciri khas Grombyang terletak pada tempat jualannya berupa kuwali besar, tempat nasi ditutupi dengan kain merah, dan penerangan remang-remang dengan lampu teplok. Ciri lainnya, pembeli menikmati hidangan dengan duduk di dingklik (kursi kecil pendek).

Tidak diketahui dengan pasti kapan makanan khas ini mulai diciptakan. Namun, menurut penuturan para orang tua di Pemalang, makanan khas Grombyang sudah ada sejak tahun 1960-an. Pada waktu itu penjual Grombyang menjual dagangannya tidak menetap seperti sekarang tetapi berkeliling kampung/desa. Penjual nasi grombyang yang terkenal yaitu Bp. H. Warso di Jl. R.E Martadinata, dekat alun-alun, Bp. H.Waridin di Sirandu, bekas terminal lama Pemalang dan Bp. Syukur yang mangkal di depan Pasar Petarukan (Pasar Baru).

Resep Grombyang Pemalang

Bahan: 500 gr daging sandung lamur, 400 gr iga sapi, 2500 ml air, 2 batang serai diambil putihnya (dimemarkan), 2 lembar daun salam, 4 sendok teh garam, 4 sendok teh gula merah sisir, 1 batang daun bawang diiris halus, 4 sendok makan minyak untuk menumis, 4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan.

Bumbu halus: 1 1/2 sendok teh ketumbar, 1/2 sendok teh merica, 7 butir bawang merah, 4 siung bawang putih, 2 buah keluwek diseduh, 50 gr kelapa parut disangrai, 1 cm jahe dan 2 cm kunyit dibakar.

Bahan sambal cabai rawit: 15 buah cabai rawit merah, 2 siung bawang putih, dan 1/8 sendok teh garam.

Cara Membuat:

  1. Rebus daging, iga sapi, air, serai, dan daun salam sampai empuk. Angkat. Ukur 2000 ml air kaldunya. Potong-potong daging dan iga sapi. Didihkan lagi.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang rebusan daging. Masukkan garam dan gula merah. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
  3. Sambal cabai rawit: rebus cabai rawit merah dan bawang putih sampai layu. Angkat dan tiriskan. Tambahkan garam. Haluskan.
  4. Sajikan dengan cabai sambal cabai rawit dan taburan bawang merah goreng.
Selamat menikmati sajian kuliner khas Kota Pemalang, sajian ini untuk 6 porsi. Monggo kerso...dijamin pasti Mak...Nyuuuuusss...!!!***

Referensi:
Foto & Resep: Tabloid Saji

Yang pasti kuliner ini menjadi ciri khas atau ikon Kota Pemalang diantara resep kuliner yang lainnya. Sampai jumpa pada petualangan kuliner lainnya dalam rangka menggali potensi Pemalang untuk segala bidang.
Tunggu selanjutnya di wisata kuliner lainnya antara lain:
Tak kenal, maka tak sayang. Bravo Pemalang..!!!

Empat Kabupaten di Jateng terindikasi Bakal Rawan Pangan

|

Banyak Kepala Daerah, mulai Lurah, Camat, Bupati dan Gubernur yang terperangah ketika mendapat laporan bahwa sebagian wilayahnya termasuk kategori rawan pangan. Tak kurang dari seorang Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah menyatakan kecut hatinya seusai mendengar laporan Ir. Gayatri Indah Cahyani Msi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah, bahwa di Jawa Tengah masih ada 4 Kabupaten yang rawan pangan pada Pertemuan Teknis Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.

Di hadapan tak kurang dari 200 orang peserta gubernur menunjukkan keraguannya kalau ada masyarakat di Jawa Tengah yang kurang makan dan minta kepada Kepala BKP beserta jajarannya untuk mencermati kembali data tersebut.

Gubernur juga menyampaikan bahwa adanya daerah rawan pangan tersebut bertentangan dengan data ketersediaan pangan yang juga dilaporkan pada pertemuan itu. Pada bab lain Ir. Gayatri memang melaporkan bahwa pada Tahun 2008 Jawa Tengah mengalami surplus bahan pangan penting, yaitu beras surplus 2.302.250 ton, jagung surplus 2.260.044 ton, kacang tanah surplus 130.588 ton, daging surplus 43.843 ton, telur surplus 18.285 ton. Ada 4 komoditas yang mengalami kekurangan yaitu kedelai kurang 647.104 ton, gula kurang 82.666 ton, susu kurang 188.940 ton, ikan kurang 58.297 ton.

"Bagaimana mungkin di daerah yang ijo royo-royo serta surplus beras dan jagung kok ada anggota masyarakat yang kurang makan", demikian imbuhnya.

(Bersambung)

Referensi : Tabloid Sinar Tani

KOMUNITAS VESPA PEMALANG

Rabu, 18 Maret 2009 |

Melongok Serba-Serba Hobi Anak Pemalang.
Oleh: Hengky Scootman

Ada banyak jenis kendaraan roda dua yang biasa melintas di kota Pemalang. Dari sepeda motor biasa, motor bebek, hingga skuter. Saat ini banyak pula produsen sepeda motor besar yang ikut bermain di skuter matik.

Harga dan fiturnya pun sangat bersaing, dari yang memiliki kapasitas mesin hanya sebesar 50 cc hingga yang tergolong moge sebesar 500 cc.

Vespa adalah salah satu merk kendaraan skuter yang modelnya sangat unik. Jika design skuter lain sudah berkembang kemana-mana, vespa tetap tampil dengan karakternya yang sangat kuat.

Nama Vespa diambil dari bahasa latin dan Italia yang artinya adalah tawon atau sejenis serangga yang bentuknya mirip gabungan antara lebah dan semut.

Awal sejarah tercipta Vespa adalah ketika Enrico Piaggio meminta bantuan seorang ahli mesin pesawat terbang untuk mendesain kendaraan murah meriah, mudah dikendarai untuk pria dan wanita, dapat membawa penumpang dan tidak membuat pakaian pengendaranya kotor ketika mengendarai.

Setelah desain selesai, Piaggio mematenkan Vespa pada bulan April 1946. Sejak itu, Vespa terjual bak kacang goreng di mana-mana dan klub penggemar skuter ini menjamur di seluruh dunia.

Skuter yang oleh beberapa orang di Pemalang disebut Motor Vespa’ atau Mio kaleng ini memiliki penggemar fanatik yang cukup banyak tersebar di seluruh pelosok Nus antara.

Di sekitar wilayah kita, terdapat sekitar empat buah klub penggemar Vespa. Salah satu yang memiliki member terbanyak adalah Scooter Independent Pemalang , yang disingkat SIP.

"Kami mengadakan pertemuan informal atau kumpul saling bertukar informasi bersama anggota klub setiap malam minggu di sekitar alun-alun kota pemalang tepatnya di wilayah selatan deket kantor Depag Pemalang," ujar sang Asep Mekanik Klub ini satu bulan sekali mereka bertemu antar klub Vespa di sekitar Pemalang, Tegal, Pekalongan bahkan ke luar kota.

Hingga saat ini, SIP memiliki jumlah anggota sebanyak 57 orang warga Pemalang pemilik skuter Vespa. Berhubung keluar masuk, anggota yang aktif hanya tinggal sekitar tinggal 35 orang saja.

Nilai tambah yang sangat menonjol adalah nilai kekeluargaan sesama anggota. Misalnya saja setiap ada pengemudi Vespa yang sedang kesusahan dijalan atau mogok, bisa dipastikan akan dibantu oleh pengendara Vespa lain yang melintas.

Malahan pernah terjadi motor Pak Dhuta mogok di tepi jalan langsung ditawarkan untuk diantar pulang dengan menggunakan mobil oleh sesama pengendara Vespa. Padahal mereka baru saja saling mengenal.

Klub yang berdiri sejak tahun 2004 dan memiliki anggota awal hanya 8 orang ini bukan hanya aktif dalam touring tetapi juga aktif berperan dalam kegiatan donor darah, bakti sosial dll.

Ada empat jenis aliran dalam klub skuter ini, yaitu yang pertama adalah aliran klasik. Selain modelnya yang antik, aliran klasik ini mempertahankan keaslian komponen atau asesoris asli. Aliran kedua adalah aliran air brush.

Berhubung teknik dan kreatifitas imajinasi gambar tanpa batas menjadikan aliran ini memiliki nilai seni yang cukup tinggi, aliran Extreme atau sekarang lebih dikenal dengan Vespa brekele adalah aliran modifikasi yang benar-benar radikal.

Misalnya Vespa yang dipanjangkan bodynya dengan menggabungkan dua unit skuter menjadi satu, atau Vespa yang dibuat serendah mungkin ground clearence-nya alias ceper, dengan barang semua ada disitu kaya model pajangan.

Terakhir adalah aliran touring style. Aliran ini berbentuk lebih macho lengkap dengan ornamen khusus touring.

Kegiatan yang pernah diikuti oleh klub ini antara lain adalah partisipasi pada pemilihan ketua IVI (Ikatan Vespa Indonesia) di Cimahi sekitar bulan september 2004.

Acara touring ke Tangerang pada tanggal April 2004, selalu aktif di acara kenduri Motor Nasional (Kemon), Festival Krakatau Lampung 2007, Camping Ground Party/c Di Buper Ragunan 2005, Java Scooteer Rendenvous (JSR) di Ciamis 2006, Jogja Bike Weeks di Yogyakarta,JSR 3 Di Magelang, Ulang Tahun Dewata scooter Club ) Bali tangal 28 Desember 2008 dan Ancol vespa party 2 tgl 22 Maret 2009 dan kegiatan yang tidak bisa kami sebutkan juga ikut Partisipasi pada kegiatan-kegiatan di kabupaten Pemalang seperti pawai-pawai dan lain-lain.

Syarat menjadi anggota SIP amat mudah yakni memiliki Vespa kondisi apapun. Sebelumnya calon anggota diharapkan ngumpul bareng-bareng dulu biar beradaptasi dengan lingkungan kami.

Tidak ada batasan senior atau yunior di dalam SIP, semua sama satu saudara, melakukan touring sejauh 300 km dan calon anggota biasanya bisa menjadi anggota plus diberikan satu ID Card sebagai identitas diri.

Saat ini Base camp SIP ada di Jalan Jenderal Sudirman Timur No.172 bisa juga website SIP si www.scootman.co.cc atau di www.friendster.com/sippemalang

Bagaimana warga Pemalang, ada yang tertarik untuk bergabung menjadi anggota? Jika ya, silakan daftar langsung dengan menghubungi sekretariat di alamat di bawah ini.

Contact : Hengky kiks, (081803908002) Dhuta (08156512639 ), Raden 08562655255 , Brekele 085642792576

Dinamika Kontak Tani...

|

Sulistiyono KTNA Asal Desa Gombong

Kontak tani nasional andalan ini ternyata berasal dari desa Gombong, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang sekarang menekuni tanaman hortikultura pada lahan kawasan agropolitan.
"Sebagai anak petani kami ingin tetap menekuni usaha pertanian hortikultura, diantaranya cabai, tomat, kubis, sawi, dan bawang daun", ujar Sulistiyono Ketua Kelompok Tani/Asosiasi Petani dan Pedagang Hortikultura.
Menurut Sulistiyono, asosiasi yang didirikan oleh petani hortikultura pada kawasan agropolitan dibentu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Tidak mengherankan apabila sekarang perkembangan asosiasi mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan, yakni ditandai dengan meningkatnya jumlah anggota mencapai 125 orang.
Melalui asosiasi para anggota dapat memasarkan hasil hortikultura di sub terminal agribisnis kawasan agropolitan, yakni sarana pemasaran yang dibangun oleh pemerintah. Petani tidak usah jauh-jauh memasarkan hasil produksinya, cukup melalui sub terminal tersebut, kemudian dibeli oleh pedagang untuk dijual ke berbagai daerah, bahkan untuk ekspor.
Meski telah berhasil dibangun sub terminal agribisnis, namun petani tetap mengeluh, harga harga produksi hortikultura berfluktuasi. Khusus pada saat menjelang hari raya Idul Fitri di saat petani ingin berlebaran harga sayur-sayuran mengalami penurunan, namun sekarang sudah mulai membaik, sehingga petani dapat menikmati keuntungan.
(Bersambung)

Berita dari Tetangga Sebelah...

|

Banyumas Siapkan Lima Unit Pengolahan Pupuk Organik

BANYUMAS, KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten Banyumas saat ini sedang menyiapkan lima unit pengolahan pupuk organik di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kebasen, Jatilawang, Ajibarang, Kemranjen, dan Sumpiuh. Salah satunya sudah mulai dioperasikan, yaitu di Desa Adisana, Kecamatan Kebasen.

Pengolahan pupuk organik tersebut dikelola oleh petani setempat dengan mendayagunakan bahan baku yang ada di sekitar lingkungan, seperti jerami, kotoran ternak, maupun sampah kebun.

Bupati Banyumas Mardjoko, Rabu (18/3), mengatakan, bantuan dari setiap unit pengolahan pupuk organik bernilai Rp 40 juta. Sebagai proyek percontohan, khusus unit pengolahan pupuk organik untuk Desa Adisana diberikan bantuan tambahan berupa dana pendirian rumah pupuk sebesar Rp 60 juta.

Bupati mengatakan, proyek percontohan rumah pupuk organik di Desa Adisana itu bisa menjadi model bagi empat kecamatan lainnya penerima bantuan tersebut. Selain itu, dia mengharapkan, agar kecamatan lainnya yang belum menerima bantuan pengolahan pupuk organik tersebut bisa mulai mencoba secara swadaya.

Dengan mengolah pupuk organik secara mandiri, lanjutnya, seluruh sampah pertanian dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk. Karenanya, dia mengimbau agar petani tak lagi membakar jerami padi atau pun membuang sampah daun dari kebun. Hal itu karena bahan baku utama pupuk organik adalah kedua sampah pertanian tersebut dan juga kotoran ternak.

"Utamanya jerami, sebaiknya petani tidak membakarnya. Karena selama ini sudah menjadi kebiasaan di kalangan petani membakar jerami setelah melalui panen," katanya.

Menurut ketua kelompok tani Desa Adisana, Suwito, sebetulnya kapasitas produksi dari satu unit pengolahan pupuk organik bisa mencapai satu ton per hari. Namun karena baru sebagian kecil petani yang memanfaatkannya, sehingga produksinya belum bisa maksimal.

Sekarang ini, lanjutnya, baru ada 102 petani yang aktif bekerja memproduksi pupuk organik dengan menggunakan fasilitas bantuan pemerintah tersebut. Karena itu pula, setiap hari produksinya baru berkisar 100 kilogram per hari.

"Kami pun berusaha agar petani lainnya dapat tertarik untuk ikut memproduksi pupuk organik ini," ucapnya. Sumber: Kompas.com (18/3/2009)***

Catatan Redaksi:
Semoga Kab. Pemalang lebih peduli lagi terhadap Petani dan mengikuti jejak Kab. Banyumas.
Usaha yg patut ditiru untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk pabrikan.
Disamping itu menyelamatkan kesuburan tanah sebagai wujud dari Pertanian yang berwawasan lingkungan. "Lingkungan Terawat, Produksi meningkat, Petani Sehat".
Karena produk organik adalah yang minim oleh residu kimia (baik pupuk maupun pestisida).