Assalamualaikum Wr. Wb..
Kepada seluruh Komunitas Blogger Pemalang, admin mohon maaf dikarenakan lupa password sehingga blog ini tidak aktif hampir 2 tahun lebih.
Permintaan maaf ini sengaja admin posting, jangan sampai ada syak wasangka diantara kita. Salam blogger..!
Permintaan Maaf Admin Portal Pemalang
Minggu, 10 Juni 2012 |
Diposting oleh
PortalPemalang
2
komentar
Label:
Woro-woro
SEANDAINYA AKU JADI BUPATI PEMALANG...
Rabu, 06 Januari 2010 |
Diposting oleh
PortalPemalang
"Seandainya aku jadi Bupati Pemalang" adalah Topik yang diangkat Grup Planet Pemalang di Facebook, topik bulan Januari 2010 ini mengangkat isyu demikian karena tidak lama lagi Kab. Pemalang mau menyelenggarakan Pilkada. Topik sengaja dipilih bukan ada maksud apa-apa tetapi sekedar just fun gitu, semua warga Pemalang boleh mengirimkan.
Bagi komentar terlucu tetapi ada muatan positif (visioner) Panitia (Creator) menyediakan hadiah 1). Pulsa senilai Rp.250 ribu, 2). 150 ribu, 3).100 ribu.
Topik ini berakhir sampai akhir bulan Maret 2010. Ayo buruan kirim komentar lewat Grup Planet Pemalang di Facebook.
Komentar yang sudah masuk saya copas disini, antara lain:
1. Maskun Zamma:
Misale nyong dadi Bupati Pemalang, nyong duwe program arep ngaspal kabeh dalan, dalan tikus, dalan kucing sampe dalan Kebo, dalan bayi apa maning dalane wong, tapi bagemana kepriben nyong bisa dadi Bupati, wong nyong ora tahu balik Pemalang, senajan nyong ora dadi Bupati, nyong saiki lagi ngaspal dalan sing arep nang s...orga, mendah dalane alus & lancar, dadi ora kepleset aring got Neraka, tak biayani dewek, ora nganggo duwet negara, ora korupsi, la wong dalane dewek...!!!
2. Nooc Athfie:
Klo aq jd bupati pml, aq bkl gratisin sekolah smpe tk. SMA biar sma bs ngrasain pnddkn merata. Aq jg bkl menumbuhsuburkan BMT u/ bntu perekonomian msyrkt pesisir khususny n Pml ummny. Aq jg bkl adain acr 'tanam 1000 mangrove' dstiap daerah pssir biar abrasi ga mkn mengancam potensi wisata qt. Say no 4 corruption ever a...fter. And the last, bkl ada sekolah brbasis Al Quran dr TK smpe SMA biar Pml pny generasi hafidz and hafidzoh.
3.Miftahul Hudha:
"SEANDAINYA Q JD BUPATI PEMALANG"q kn mlstarikn pmlang,dlm daerah trutma yg msh trgolong IDT.Dlm warga yg krg mmpu,qt mmbri motifasi,solusi skaligus fasilitas yg d btuhknx,smcm micro ush.tuk mngntas pmlang dr kmiskinan.dg dmikian insya allh kn mngurangi tindak kriminalitas,dmi trwjudx PEMALANG IKHLAS sbnrx.Trims.
4.Benny Poerba:
Yen aku dadi bupati pemalang..... sing mesti aku ora koyo bupati saiki.... sing jelas yo... aku ape berusaha luwih apik tur luwih transparan... kurang luwih ngono...
5.Pendy Putra Sulung Pendalungan:
Neng misale enyong dadi Bupati Pemalang,..
tak kumpulna ndisit camat karo lurah2 sak kabupaten pemalang,tak bahas ndiset masalah keadaan nggal kecamatan karo nggal deso bahas opo bae sarana prasarana mbuh kui pendidikan, dalan, karo liyane seng kiro2 is...eh jomplang nggal tiap2 kecamatan lan desone. mengko bar kui misale wes katon kabeh, teko siji2 dibenahi soko apbd kanggo ndandani kekurangan kui mau. Neng misale bar wes di wei dana soko apbd koq mesone kecamatan opo desone kui iseh ajeg ora berubah, yo lurahe neng ora sisan sak camate tak undang maneng, kepriben kerjone tur dana mau di alirke maring ngendi ? koq ora di aplikasikan ke desa/kecamatan. angel2 yo tak pecat :D
6.Puji Kurniawan:
Seandainya aku jd "bu-pati" pemalang, aku akan mencari "pak-pati". Sebab dg adanya kolaborasi keduanya akan menjadi "pak-bu-pati" yg keren, kece, & kinclong. Dengan grombyang menjadi kuliner andalan, & ngapak-ngapak mjd bhs pengantar. Maka akan menjadikan Pemalang lebih dikanal & terkenal. Kepriben, percaya apa ora dulur, kudu percaya rah ndeyane.
7.Anabaena Cicadinae:
Mmm.. pertama ga mungkin ke dua apa lagi smpe terbayangkan ke tiga ee blank/!#.*:#..-_ jd kenali calon bupati anda sebelum anda menentukan suara anda!
8. Ok Cipes:
Seandainya jd bupati...?? arep ngajari lan modali rakyat sing bodo2 ben bisa pada dadi bos.. ben bisa pada mbayari anake sekolah nganti maring oxford universiti.. trus gawe pelabuhan karo bandara ban akeh investor luar sing pada ngaweni pabrik sing ekspore maring seluruh dunia terutam US karo non polusi and limbah(ben... rakyate nyong ora pada penyakiten dening limbah kr polusi..) tapi CEO ne kudu wong pemalang dewek,karyawane bule2 hahaha sekali2 gantian.. tapi karo melajari cara nggawene produk karo mesin mesine. mengko dong rakyate wis pinter2 tinggal nggawe pabrik dewek hehehehe... pinter kan..?? pulsane rah.. hehehehe
9. Eko Suchipto:
Andai q jd bupati pmlg trcinta ni...q mo trima investor lokal maupun intrnsional buat nanemin saham d pmlg.biar ada prshaan.spy wrga pmlg g da yg nganggur.BRAVO PEMALANG !!!!!!
10. Deru Sudibyo :
Andaikan aku jadi bupati, berarti aku telah banyak keluar duit. Anggaplah 1M (konon banyak yg puluhan M). Bagaimana mungkin aku bisa kerja dg baik selama duitku belum kembali. Dg gaji bupati yg hanya Rp 6jt/bulan, masa jabatanku harus 17 tahun agar 1M ku kembali. Itupun jika aku bisa nabung 5jt/bulan. Yg dipake h...anya 1jt/bulan. Lah apalagi jika duit yg kukeluarkan 3M, aku harus jadi bupati 50 tahun donk... Padahal masa kerja bupati hanya 5 tahun. Rumus matematika yg mana ya untuk ngitung agar ga tekor?
11. Heri War :
andai aq jd bpti...ah jd bpti ko andai2,.klo mang siap bktiin dong?jngn cm teory,.ocehn yg ga ad arti,.smua cln bpt orasiny sm untk ksjhtraan msyrkt,tp mn bkt?msyrkt sdh pntr g usa dbdoh2n..mlu dong sm kota2 ttngga yengok z tgl ma pkl trsohor...pmlg?kt ap sih?ap yg dbnggakn?msyrkt g prlu andai2 tp onde2 yar msyrkt knyang..,.¥"_.-
12. John Peang :
Seandainya saja Jadi Bupati pemalang. Saya akan:
1. Merubah aturan Birokrasi agar lebih Efisien dan dimengerti oleh seluruf bagian, kantor dan instansi serta seluruh masyarakat Pemalang.
2. Saya akan mengaktifkan STAFF AHLI sebagai staff yang bener2 ahli dalam mengupgrade dan update perkembangan terbaru untuk kemajuan m...asyarakat Pemalang.
3. Saya akan Menciptakan lahan khusus untuk menyambut para Investor yang ingin memngembangkan usahanya yang bisa sekaligus mengangkat ekonomi rakyat pemalang.
4. Memberi peluang untuk para olahragawan, Seniman, Musisi dan Pengusaha agar bisa mengembangkan kemampuannya untuk membesarkan nama Pemalang.
5. Memberi Kesempatan seluas2nya untuk mengapresiasikan kemampuan untuk kemajuan kota pemalang dibidang Entertainment (Yang tidak meninggalkan Budaya Timur)
Tapi yah ituuu..apa mungkin nyong sing dadi Bupati..?
13. Benny Poerba :
Akan di bangun Tower Hotspot untuk wilayah Kabupaten Pemalang.. dengan radius 5Km berpusat di Gedung Serbaguna Pemalang.... Masyarakat nantinya bisa menikmati internet dirumah... tanpa biaya..., Dilanjutkan Pembangunannya dimasing2 kecamatan dan kelurahan...
14. Yan Adi :
Aku tak ingin jdi bupati yang aku ingin aku bisa lebih ber arti, aku ingin, memasyarakatkan ternak tapi tak ingin menernakkan masyarakat,
Kiriman komentar dari yang lain ditunggu, silahkan suarakan opinimu lewat grup Planet Pemalang. Matur Suwun..!!!
Planet Pemalang
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000473807021&ref=pymk#/group.php?gid=45100230727&ref=ts
kreator Heri Susyanto
Admin: Urip Slamet Riyadi, Agus Waluyo, Eko Pratikto.
16
komentar
Label:
OPINI WARGA
LATIHAN SELAM TAHAP 2
Selasa, 05 Januari 2010 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Untuk warga pemalang dan sekitar yang ingin belajar dan mendalami selam bisa mendaftarkan diri di kantor SAR kesbangpollinmas kab Pemalang Jln Muhtar no 6 Alun-alun Pemalang atau di Posko SAR 2 Randudongkal ( Warnet SCOUTNET ) blok padmo Randudongkal Pemalang.
dan bagi guru2 olahraga SMP maupun SMA/SMK yg kemarin sdh ikut tahap 1 bisa ikut jg untuk pendalaman.
Syarat dan ketentuan adalah harus bisa berenang dan fisik harus prima.
acara akan dilaksanakan tgl 17 januari 2010 tempat di kolam renang purwohamba indah tegal ato di kolam renang tirta ulujami pemalang.
biaya pendaftaran Rp. 50.000/ orang ...... terbatas hanya 25 orang dalam 1 kali pelatihan .
Sponsored and back up by :
SAR KABUPATEN PEMALANG
KANTOR KESBANGPOLLINMAS KABUPATEN PEMALANG
POSSI PEMALANG
KONI PEMALANG
BPBD ( BADAN PENANGGULANGAN BANCANA DAERAH ) PROP JATENG
TOKO ONO SPORT PEMALANG
2
komentar
Label:
Woro-woro
Pengembangan Pembangunan Pos Pengamatan G. Slamet
Senin, 04 Januari 2010 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Kabupaten Pemalang dengan kekayaan keanekaragaman hayati baik di darat maupun di perairan (laut) memiliki peluang yang sangat besar dalam meraih atau memperoleh manfaat dari kawasan hutan tersebut. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh adalah pengembangan kawasan hutan untuk pariwisata alam. Dasar hukum pengembangan pariwisata alam yang sesuai dengan prinsip kelestarian adalah UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hutan dan Ekosistemnya serta UU No 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, di mana kegiatan pemanfaatan kawasan hutan tersebut diarahkan bukan pada kegiatan eksploitasi melainkan lebih kepada pengembangan pemenuhan jasa pariwisata alam. Potensi wisata alam di kawasan hutan dengan daya tariknya yang tinggi merupakan potensi yang bernilai jual tinggi sebagai obyek wisata, sehingga pariwisata alam di kawasan hutan layak untuk dikembangkan (Anonim, 2003).
Pengembangan ini diperlukan dalam penanganan obyek dan daya tarik wisata (ODTW), yang menjadi sasaran wisatawan. Pengembangan kepariwisataan kabupaten Pemalang di Pos Pengamatan Gunungapi Slamet merupakan rangkaian upaya pembangunan sektor kepariwisataan secara berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat dalam memajukan kesejahteraan umum.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka rencana pengembangan pengelolaan di Pos Pengamatan gunungapi Slamet, didasarkan atas prinsip - prinsip dan keterpaduan ekologi tanpa mengabaikan kondisi fisiknya dan bertujuan untuk melindungi dan memelihara keunikan ekosistem dan kekayaan alamnya serta memanfaatkan secara lestari untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Pengembangan dilakukan tidak sebatas pada fasilitas dan sarana yang ada, akan tetapi juga peluang - peluang usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan, peluang usaha tersebut dapat dilaksanakan oleh pihak pengelola atau swasta, seperti : masyarakat, maupun stakeholder lain yang terkait.
Dalam menentukan peluang usaha di pos pengamatan gunungapi slamet, ada 2 (dua) aspek yang sangat penting, yaitu : a) Aspek Permintaan, dan b) Aspek Penawaran. Aspek permintaan dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisata yang datang ke Pos Pengamatan gunungapi Slamet, sedangkan aspek penawaran yaitu obyek dan daya tarik wisata alam serta pengelolaan obyek wisata itu sendiri
KONDISI GEOGRAFIS
Pos pengamatan Gunungapi Slamet secara administrasi terletak desa gambuhan, kec. Pulosari kabupaten Pemalang atau berada pada sisi selatan kabupaten Pemalang berbatasan dengan kabupaten Tegal dengan koordinat lokasi X : 0301058, Y 9207701 Pos pengamatan berada pada ketinggian 1000 m dpl. Dengan ketinggian seperti itu maka suhu lingkungan sekitar cenderung dingin berkisar antara 15 derajat sampai 25 derajat C.
Deliniasi memberikan masukan untuk menentukan daerah yangh akan dikembangkan sebagai heading/title project. Deliniasi ini merupakan (pada aplikasi pemetaan sebagai layer):
Batasan kawasan (justifikasi studi).
Batasan domain masing-masing tema misal, deliniasi kampung wisata, deliniasi wisata bahari, deliniasi waterfront dan sebagainya. Dalam aplikasi pada perencanaan kawasan, over lay masing-masing layer pemahaman menunjukkan vocal point, posisi kawasan inti dan kawasan pendukung dan sebagainya.
PENCAPAIAN
Pencapaian ke lokasi pos pengamatan dapat dilakukan dari kabupaten Pemalang, kabupaten Purbalingga dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota kabupaten pemalang dan Purbalingga. Sedangkan dari kabupaten Tegal bisa mencapai 2 jam perjalanan. Pos pengamatan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan lebar jalan dari jalan utama sekitar 5 m dengan badan jalan sekitar 3 m.
KONDISI POS PENGAMATAN GUNUNGAPI SLAMET
Kompleks pos pengamatan dibawah Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi berada pada puncak sebuah bukit dengan kontur cenderung curam pada sisi selatan, barat dan timur sedangkan pada sisi terdiri 1 (satu) bangunan tunggal menghadap kearah selatan. Dengan pemandangan kearah selatan adalah gunung Slamet dan kearah selatan adalah dataran rendah kabupaten pemalang.
Lokasi secara spesifik dikelilingi oleh perkebunan Cengkeh pada sisi utara, Timur dan barat merupakan lahan perkebunan yang merupakan milik warga masyarakat sekitar sedangkan pada sisi selatan terdapat beberapa permukiman penduduk yang mengelompok .
POTENSI
Ditinjau dari beberapa aspek Kompleks pos pengamatan gunungapi slamet nilai potensi strategis, diantaranya : Pemandangan langsung kearah gunung slamet dengan menyajikan keindahan dan keragaman lansekap pegunungan,memiliki suhu lingkungan sekitar cenderung dingin berkisar antara 150 sampai 250 C.
Menjadi jalan alternatif untuk kegiatan mendaki gunung, jalan setapak (tracking), memiliki beberapa jalan alternatif dari 3 kabupaten yaitu pemalang, purbalingga dan Tegal, secara letak sangat strategis berada pada pertemuan jalur wisata Pemalang dengan Obyek Wisata Widuri Water Park, Purwokerto dengan Kawasan Wisata Baturaden, Kabupaten Tegal dengan Kawasan Wisata Guci dan Purbalingga dengan Obyek Wisata Owabong, dan Pos Pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari ini merupakan satu – satu yang ada disepanjang Jalur Pantura
PERMASALAHAN
Berdasar pengamatan fisik ada beberapa aspek permalsalahan dari Kompleks pos pengamatan gunungapi slamet, diantaranya : jalan masuk menuju pos pengamatan relatif sempit dengan lebar jalan secara keseluruhan sekitar 5m dengan badan jalan sekitar 3m. Sehingga hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 satu arah. Dengan sisi kanan dan kiri cenderung berkontur atau terdapat beda ketinggian. Selain itu jalan tersebut pada bagian – bagian tertentu berada pada permukiman penduduk yang padat. Luas lahan pos pengamatan yang relatif sempit sehingga kesulitan untuk dikembangkan. Demikian juga dengan tempat parkir hanya bisa untuk maksimal 2 buah mobil. Lahan disekitar pos pengamatan milik penduduk dan apabila akan dikembangkan maka perlu adanya pengadaan lahan. Dengan beberapa kesamaan potensi dan karakteristik diatas pengembangan pembangunan pos Pengamatan Gunung Slamet nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan wisata alam di Kabupaten Pemalang khususnya serta Jawa Tengah Pada umumnya
Konsep Pengembangan & Penataan Pos Pengamatan G. Slamet.
Dengan melihat potensi yang ada di Pos Pengamatan Gunung SLAMET sangat dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan dan penataan dengan menyajikan Pemandangan serta Keindahan Alam Pengunungan yang dihapkan nantinya akan menambah dan menjadi salah satu obyek wisata yang di Kabupaten Pemalang Arah pengembangan dan kebijakan penyelenggaraan pembangunan untuk pengembangan kawasan wisata Pos Pengamatan Gng. SLAMET mengarah kepada beberapa pokok substansi acuan/guidance pengembangan, yaitu:
A. Squential Thematic
Sequential Thematic ini merupakan turunan dari potensi (yang disuper-imposedkan menjadi segmen dan koridor kegiatan wisata). Segmen dan koridor memberikan masukan pada elemen-elemen pembentuk ruang wisata dan implikasi pengelolaan kegiatan wisata (tanpa meninggalkan ’benang merah’ potensi (pasar) wisata.
Segmen yang diindikasikan memberikan masukan tematik perencanan ruang (market place, waterfront, education tourism object, socio-cultural tourism object, community work shop object dan sebagainya). Segmen dikembangkan sesuai dengan arah pengembangan substansi potensi (STRATEGIC PLANNING).
Koridor merangkaikan segmen-segmen yang diindikasikan untuk berkembang. Koridor ini bersifat sebagai interconnenct (link) ataupun integrasi (benang merah) yang dapat diimplementasikan berupa infrastruktur (jalur, ruang/space,) ataupun suasana (image, nuansi, gradasi interest wisata dan sebagainya).
Tematik sekuel ini menggambarkan hasil identifikasi potensi dan karakter kegiatan wisata yang memungkinkan untuk dikembangkan. Pengembangan potensi dan karakter ini akan menjadi atribut-atribut wisata yang dipandang dominan bahkan memiliki determinasi dalam mengembangkan aktifitas wisata (atraksi dsb).
B. Deliniasi Kawasan Studi
Deliniasi memberikan masukan untuk menentukan daerah yangh akan dikembangkan sebagai heading/title project. Deliniasi ini merupakan (pada aplikasi pemetaan sebagai layer):
§ Batasan kawasan (justifikasi studi)
§ Batasan domain masing-masing tema misal, deliniasi kampung wisata, deliniasi wisata bahari, deliniasi waterfront dan sebagainya
Dalam aplikasi pada perencanaan kawasan, over lay masing-masing layer pemahaman menunjukkan vocal point, posisi kawasan inti dan kawasan pendukung dan sebagainya.
C. Integrasi Perencanaan
Integrasi pada proses perencanaan diarahkan pada pengembangan substansi-substansi tematik wisata yang diintegrasikan secara konsepsi berupa Integrasi antara perencanaan makro dan solusi parsial. Integrasi ini berangkat dari ‘benang merah’hasil analisis potensi wisata. Aplikasi ‘benang merah’ ini adalah dalam:
Bentuk-bentuk fisik seperti pembentuk-pembentuk space, street furniture, taman ataupun elemen amenities lainnya,
Bentuk-bentuk suasana yang dibentuk melalui serial vision, vista atupun komposisi visual.
Kedua keluaran tersebut di atas memiliki pertimbangan tindak lanjut, yaitu:
Menjadi model penanganan kawasan wisata baik dalam merumuskan kerangka besar konsep perencanaan dan solusi parsial dalam implementasinya.
Kedepan, hasil studi ini akan menjadi acuan atau guidance pelaksanaan (berupa manajemen/pengelolaan) pengembangan kawasan. Bahkan, dapat dimungkinkan diaplikasikan ke dalam perda tentang kawasan wisata.
Memberikan dampak dalam percepatan (incremental) pembangunan kawasan wisata sejalan dengan tren pengembangan potensi.
Konsep Penataan Lahan
Secara umum Pengembangan dan penataan Pos Pengamatan Gng SLAMET dilakukan dengan melihat beberapa kondisi serta potensi yang dimiliki, secara umum pembangian Zone serta Deskripsi Konsep Penataan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Konsep Penataan Ruang ( Tingkat Kawasan )
Secara Penataan Ruang Kawasan Pos Pengamatan Gunung SLAMET lebih diarah pada pemamfaatan kondisi eksiting dengan memperhatikan potensi yang dimiliki :
Aksebilitas
Pengembangan lahan pos pengamatan gunungapi slamet didesa gambuhan kec. Pulosari kabupaten pemalang dengan cara membeli perkebunan cengkeh yang ada pada sisi selatan pos pengamatan. Pengembangan lahan pos pengamatan gunungapi dapat digunakan untuk kantong parkir, kegiatan outbond, tracking atau pengembangan fasilitas lainnya
Pelebaran jalan menuju pos pengamatan gunungapi slamet dari jalan utama. Beberapa alternatif pengembangan jalan yaitu : Pembuatan akses jalan baru terdiri dari beberapa alternatif yaitu :
Dari jalan utama moga – guci dengan panjang jalan baru 1km menuju pos pengamatan.
Pembuatan jalan dari jalan lokal desa gambuhan dengan panjang 300m
Memperlebar jalan eksisting menjadi 8m dengan badan jalan 6 m terdiri dari 2 alternatif yaitu :
Pelebaran akses jalan masuk pada pertigaan dekat dengan kantor kepala desa gambuhan sekitar 800m, pelebaran akses jalan masuk pada pertigaan dekat gapura gambuhan dengan panjang jalan 1400m
Sarana Penunjang
Dengan melihat kondisi yang ada sekarang ini , diperlukan penambahan beberapa sarana penunjang guna melengkapi beberapa fasilitas yang ada , beberapa sarana penunjang tesebut antara lain : halaman parkir, area outbound, tracking, arena flying fox, gardu pandang, Restoran dan theather.
Ada yang minat berinfestasi disini?(uripsr@ymail.com)***
Sumber: Bappeda Kab. Pemalang.
0
komentar
Label:
Seputar Pemalang
KETIKA MUSIM TANAM TIBA
Minggu, 03 Januari 2010 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Pemalang 31/12/2009. Di sela-sela aktifitas bertani, dimana sebagian orang sibuk di sawahnya masing-masing dari mengolah tanah sampai tanam, dan beberapa orang sibuk mencabuti benih padi kemudian mengangkutnya kedalam gerobak.
Pemandangan inilah yang begitu menarik perhatian saya, JUAL BELI WINIH karena hal serupa jarang terjadi di daerah Jawa Barat dimana selama ini aku merantau. Apa iya untung??? Begitulah pikiranku saat itu.
Sore itu langit cerah tidak ada tanda-tanda mendung, angin berhembus sepoi-sepoi dihamparan sawah. Sederet bedengan persemaian berjajar rapi, sebagian sudah mulai dicabuti, ditengah tertancap plang berukuran kecil dengan tulisan: BPK SUKIRNO JUAL WINIH.
Seorang pemuda dengan sigap mencabuti winih (bibit padi) yang berumur 20 s/d 25 HSS (hari setelah sebar), setiap gepokan rumpun winih ia ikat dengan cekatan. Dari berpuluh-puluh gepokan rumpun akhirnya diangkut ke dalam gerobak yang terparkir dipinggir jalan. Seorang perempuan muda nampak memperhatikan sembari tangannya memegang uang. Barangkali inilah pembelinya.
Bedengan persemaian yang berjajar itu berukuran 1x10 m, sebanyak 10 bedengan berjajar namun 3 bedengan sudah bersih berpindah ke atas gerobak. Transaksi jual benih winihpun terjadi. Ternyata pemuda tadi bernama Kirin (27) setelah memperkenalkan diri iapun pun bercerita panjang lebar seputar bisnis winih tersebut.
“ Lumayan Mas, jual beli winih ini menguntungkan dari setiap bedeng dijual Rp.40 ribu, ongkos cabut setiap bedeng Rp.10 ribu”. Katanya menjelaskan.
“ Kalau lagi ramai bisa mengantongi upah Rp. 50-80 ribu, winih saya antar sampai ke tempat”. Ucap Kirin sambil menyeka keringat.
“ Kalau transaksi sih urusan Bos, saya hanya sebagai kuli cabutnya”.
“ Padi varietas apa yang ditanam, kang?” kataku
“ Disni ada dua varietas mas, yaitu varietas 10 dan ciherang!” jawabnya bersemangat.
“ Lho..?, emang ada varietas 10?” kataku penasaran.
“Ya..!, orang-orang menyebutnya demikian”. Kirin semakin bingung.
“ Emang menurut Mas varietas apa?” balik ia bertanya.
“ Mungkin yang dimaksud IR-64 ya?, biasanya petani suka disingkat.!?” Kataku menjelaskan.
“ Oo..ya..ya itu Mas, kemarin ingat seorang petugas menyebut seperti itu.”
Obrolan sore itu begitu akrab setelah ia menawarkan sebatang rokok kretek kepadaku, tapi dengan halus aku tolak, hanya secangkir kopi yang aku terima sebagai pelumas ditenggorokanku yang mulai kering.
Obrolan mengalir sesekali ditimpali guyonan riuh rendah seperti asap rokok kretek yang turun naik disapu angin sawah. Kopi panas kental hitam serasa nikmat meringankan beban seorang Kirin yang berpeluh bermandikan lumpur sawah.
Aku terdiam sejenak, sementara Kirin mempermainkan asap rokok dengan mengepulkan asap membentuk lingkaran kecil kemudian membesar akhirnya luruh tersapu angin sawah.
Lingkaran kecil yang terbuat dari asap rokoknya yang tak pernah membesar itu bagaikan cita-citanya yang tak pernah terwujud menjadi besar untuk ukuran seorang kuli cabut winih seperti dia. Ada pelajaran berharga dari obrolan sore itu, semangat berusaha, nerimo, dan ikhlas menjalaninya hidupnya apa adanya.
“Ayam saja diberi rezeki, apalagi saya manusia”. Katanya sambil terkekeh.
“ Kalau kita berusaha pasti akan menuai hasil, Mas?” lanjutnya lagi.
Wow..betapa indahnya dua kalimat yang terucap dari seorang kuli macam Kirin, akhirnya jabat erat sebagai salam perpisahan sore itu diwarnai dengan tukar nama dan alamat.
“Saya senang sekali berkenalan dengan anda”. Kataku sambil berpamitan.
Berusaha dan menuai hanyalah dua pilihan yang berkibar di sebuah jalan panjang yang berliku ketika kita harus memanfaatkan lingkungan, memuliakan kehidupan.
Untuk menempuhnya tidak cukup hanya bertopang dagu, ada kerja keras di dalam setiap langkah dan prosesnya. Harus ada keringat, tenaga dan pikiran yang tercurah, hati yang diliputi kecemasan dan harapan, kegagalan dan keberhasilan. Memang kita akan menuai apa yang kita tanam dan merasakan hasilnya penuh nikmat.(uripsr@ymail.com)***
MENGGANTANG ASAP MERAIH REZEKI
|
Diposting oleh
PortalPemalang
Petarukan 2/12/2010. Asap putih mengepul membumbung tinggi begitu tersapu angin, aroma ikan segar yang terpanggang begitu menggoda selera. Begitulah setiap hari aktifitas Kustirah (56) warga Desa Tegalmlati, Kec. Petarukan sebagai pengrajin ikan panggang.
Ikan segar tiap hari ia datangkan dari TPI Asemdoyong seharga Rp.200 ribu per basket (baskom besar), ia memilih ikan gathek sejenis pethek, ikan jenis ini dagingnya rada tebal dibandingkan ikan pethek. Usaha ini ia tekuni bersama sang suami Sutaryo (60) di dalam bilik terbuka berukuran 3x6 m yang terdapat dua tungku besar sebagai tempat memanggang ikan gathek. Dari usaha ini ia menghasilkan untung Rp.100 ribu apabila dagangan yang ia jajakan di Pasar Petarukan habis, namun apabila tersisa ia jajakan keliling kampung.
“ Kalau lagi ramai ya langsung habis, biasanya diborong oleh pengusaha warung makan, kalau sisa ya dijajakan keliling kampung” tutur Kustirah sambil menyeka keringat yang mulai bercucuran.
“ Dari usaha ini saya mampu membiayai anak-anak, maklum mas nggak punya sawah seperti kebanyakan tetangga disini”. Kilahnya lagi.
Proses pemanggangan ikan sangat sederhana, tungku yang berukuran besar (agak cekung kedalam) ditebari potongan kayu sambil dikipasi sampai terbentuk bara kemudian sederetan ikan ditaruh diatas bara sambil sesekai dibalik agar tidak gosong. Kemudian ikan yang sudah matang ia angkat ditaruh diatas nyiru. Rutinitas ini ia lakukan setiap pukul 14.00 sampai menjelang ba’da Ashar. Baru keesokan harinya ia berangkat ke Pasar Petarukan.
“ Kalau beli ikan di TPI Asemdoyong itu urasan bapak”, kata Kustirah sambil melirik sang suami yang sedang membalik-balik panggangan ikan yang terakhir.
Kembali asap putih mengepul membumbung berputar-putar seirama kipasan tangan yang mulai renta itu, sayapun bergegas menyingkir karena serbuan asap putih yang mulai memedihkan mata. Sebagai penutup obrolan sore itu, sayapun memesan lima ekor ikan panggang berukuran sedang seharga Rp.5000,- .
Sambil bergegas pamit, Mak Kus, demikian ia biasa dipanggil oleh tetangganya berpesan,
“Ikan ini lebih enak kalau dipecak pakai sambel tomat Mas”, demikian pesannya.
Aku mengangguk mengiyakan, pikiranku kembali melayang membayangkan betapa lezatnya ikan panggang sambel tomat. Sesekali aku mengagumi keuletan sepasang suami istri yang bahu membahu menggantang asap demi kelangsungan hidup lewat usaha kecil ikan panggang. Ternyata geliat ekonomi kerakyatan didaerah ini sangat dinamis. Hampir sepanjang perjalanan didaerah ini semua penduduk usia produktif bekerja baik disawah, diladang, maupun sebagai pedagang.(uripsr@ymail.com)***
0
komentar
Label:
Sela-sela Kehidupan
MIMBAR PEMBACA
Minggu, 27 Desember 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Jalan Rusak di Pemalang Selatan
Teman teman se-kabupaten Pemalang , ketimpangan di Kabupaten Pemalang terutama dalam pembangunan infrastruktur , seperti jalan raya di Belik dan Watukumpul yang sangat rusak dan belum di perbaiki, mohon bapak ibu yang berada di gedung wakil rakyat segera perhatikan jangan turun kalau ada maunya?
Ibnu Rofik KhanWarga Watukumpul-Pemalang
Menjaring Sosok Satrya Pinilih Pilkada Kab. Pemalang.
Bahan Diskusi di Forum Komunikasi Masyarakat Pemalang.
Jelang Pilkada Pemalang 2010 jadi teringat falsafah Damarjati Supadjar, "Anyaring Angin, Anjala Wening" yakni munculnya sosok manusia kewahyon yg bukan lagi menjadi kabar burung sebab padanya telah diperoleh klangenan 'burung surgawi' seperti yg diisyaratkan oleh Sunan Kalijaga melalui Kidungan " Ana Paksi Mangku Bumi Langit, Manuk iku endah warnanira, Segara erob wastane"
Sebentar lagi akan muncul Satriya Pinilih. Semoga sosoknya juga Satriya Piningit, dalam kandungan batin rakyat. Lebih-lebih kalau tokoh yg dipilih itu ternyata juga Satriya Pinandhita, yg melibihi seorang Pendhita.
Siapa gerangan???
Budi Nofianto
Warga Pemalang Tinggal di Jakarta
0
komentar
Label:
OPINI WARGA
LOMBA FOTO PENGHIJAUAN
Selasa, 22 Desember 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Oleh: Oom Mukhlis
AYO BURUAN IKUT...GRATIIIIISS...!!!!saungURIP (22/12/2009). Dalam rangka gerakan penghijauan di Kecamatan Belik, kami dari Forum Komunikasi Masyarakat Kecamatan Belik mengadakan lomba foto dengan tema: "Kerusakan Hutan / Lingkungan" dengan hadiah:
Juara 1 : Flash Disk 2 GB
Juara 2 : Voucher Pulsa 50 Ribu
Juara 3 : Voucher Pulsa 25 Ribu
Syarat dan Ketentuan:
1. Lomba terbuka untuk semua warga masyarakat Kecamatan Belik
2. Foto merupakan hasil karya sendiri
3. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu foto (Maksimal 3)
4. Media pemotretan boleh menggunakan kamera digital atau Handphone
5. Foto yang dilombakan belum pernah dipublikasikan dan tidak melalui proses editing
6. Pengiriman foto melalui email ke admin@kecamatanbelik.net atau bagi yang kesulitan bisa di upload ke group facebook Kecamatan Belik
7. Foto dikirim selambat lambatnya tanggal 15 Januari 2010
8. Pengumuman pemenang tanggal 20 Januari 2010
9. Foto yang dikirimkan harus disertai keterangan lokasi dan deskripsi singkat
10. Foto yang sudah kami terima menjadi hak milik panitia
11. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
NB:
* Lomba ini tidak dipungut biaya apapun
* Informasi lomba : Kangnur : 081210818308
* Informasi lebih lengkap www.kecamatanbelik.net
Kiriman: Oom Mukhlis (22/12/2009)
Pembangunan Outlet Buah Khas Pemalang Yang Sia-sia
Senin, 21 Desember 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Sayangnya potensi sumber daya alam tersebut belum dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah, kalau pun sudah dikelola hasilnya belum maksimal, perencanaannya masih asal-asalan.dan kurangnya koordinasi antar instansi. Akibatnya potensi sumber daya alam tersebut terbengkalai dan tidak menutup kemungkinan akan hilang. Ada beberapa factor yang menyebabkan potensi SDA Kabupaten Pemalang terbengkalai bahkan hilang, pertama oleh kebijakan atau peraturan pemerintah daerah sendiri, misalnya peraturan daerah yang tidak pro investasi dan pelayanan birokrasi yang sangat buruk dan koruptif, akibatnya Kabupaten Pemalang minim investasi, investor lebih tertarik menanamkan investasinya di daerah tetangga misalnya di Pekalongan dan Tegal.yang sudah melakukan reformasi pelayanan public. Salah satu contoh dari peraturan dan birokrasi Kabupaten Pemalang yang tidak pro investasi adalah kasus batalnya kelompok Bakrie menanamkan investasinya untuk mengeksplorasi potensi SDA di daerah moga yang memiliki kekayaan batu alam dengan kwalitas dunia. Bisa dibayangkan apabila investasi tersebut benar-benar terwujud, pendapatan daerah akan bertambah dan kesejahteraan masyarakat sekitar bisa terangkat.
Kedua, karena kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan pemerintah pusat yang ikut andil menghilangkan potensi SDA Kabupaten Pemalang salah satunya adalah proyek jalan tol Brebes – Batang yang tentunya akan melewati daerah kita tercinta. Akibat pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut akan ada ribuan hektar sawah hilang di Kabupaten Pemalang yang akan berpengaruh terhadap hasil pertanian Kabupaten Pemalang yang selama ini terkenal sebagai lumbung beras di kawasan Pantura. Hilangnya ribuan hektar sawah tersebut juga akan diikuti hilangnya mata pencarian ribuan petani yang selama ini mengandalkan hidupnya dari bertani baik sebagai buruh maupun sebagai pemilik lahan. Belum lagi kalau nanti mega proyek PLTU Pemalang jadi dibangun tentunya akan banyak lahan yang akan digusur juga.
Ketiga karena perencanan yang asal-asalan dan kurangnya koordinasi antar instansi. Untuk masalah ini contoh nyatanya adalah pembangunan outlet buah khas Pemalang oleh dinas pertanian dan kehutanan Kabupaten Pemalang yang terletak di Jalan Prof. Yamin (Depan terminal bus Pemalang atau kawasan ring road), gedung yang megah dan luas tersebut mangkrak dan sia-sia. Pertanyaannya untuk apa gedung yang menghabiskan ratusan juta tersebut dibangun kalau ternyata tidak digunakan? Inilah bentuk perencanaan yang asal-asalan, kurang koordinasi antar instansi dan tentunya hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. Perencanaan yang asal-asalan bisa dilihat dari letak gedung tersebut yang tidak strategis. Walau pun kemudian dibangun sentra pasar buah dan sayuran di dekat lokasi tersebut, tetap saja outlet buah tersebut belum dimanfaatkan.
Penggunaan anggaran untuk hal-hal yang tidak bermanfaat adalah ciri dari sebuah pemerintahan korup. Kasus pembangunan outlet buah yang mangkrak bisa kita jadikan contoh betapa buruknya pengelolaan anggaran sebuah instansi/dinas untuk hal-hal yang sia-sia, padahal dana untuk pembangunan gedung tersebut berasal dari uang rakyat. Sangat lucu dan tidak masuk akal ketika sebuah outlet buah dibangun di areal persawahan, pertanyaan bodohnya adalah siapa yang mau beli? Walaupun outlet tersebut berada di dekat jalan ring road jalur Pemalang – Jakarta tetap saja pengguna jalan tidak akan tertarik untuk belanja apabila outlet tersebut dibuka. Kita jadi bertanya-tanya teori pemasaran mana yang digunakan oleh dinas tersebut membangun sebuah gedung untuk jualan tapi letaknya di persawahan, sekali lagi yang mau beli siapa? Akan lebih baik apabila uang yang ratusan juta untuk membangun outlet tersebut digunakan untuk pelatihan-pelatihan dan modal kepada para petani. Sayangnya, kwalitas birokrasi di Pemalang memang seperti itu, kemampuanya hanya untuk menghambur-hamburkan uang rakyat untuk hal-hal yang tidak bermutu.
Pertanggungjawaban ke public oleh dinas yang membangun gedung tersebut sampai sekarang belum jelas. Padahal dinas tersebut sudah menyia-yiakan uang rakyat. Tidak adanya pertanggungjawaban dari dinas terkait mungkin karena fungsi pengawasan sama buruknya. DPRD sebagai lembaga yang mempunyai fungsi pengawasan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah pun mandul. Padahal mereka terpilih oleh rakyat, harusnya ketika ada kebijakan yang merugikan rakyat mereka harusnya berada di garda depan untuk membelanya. Sayangnya harapan masyarakat terhadap DPRD masih sebatas mimpi karena kinerja anggota DPRD sama buruknya dan tidak bisa diandalkan, padahal mereka digaji dari uang rakyat. Instansi pemerintah yang mempunyai wewenang pengawasan seperti Inpektorat (dulu Bawasda) juga kinerjanya tidak maksimal, mungkin fungsi pemeriksaannya hanya sebagai basa-basi saja karena yang diperiksa sama-sama instansi pemerintah. LSM yang harusnya sebagai agen perubahan pun nyaris tidak terdengar kiprahnya untuk mengontrol penyelewengan penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah.
Yakin kita bisa!!! (Didik Fitrianto)***
3
komentar
Label:
Opini
Lowongan Kerja
|
Diposting oleh
PortalPemalang
Oleh: Deik Agung
Perusahaan distributor produk telekomunikasi nasional dengan jaringan lebih dari 14 cabang dan 150 retail di berbagai wilayah, berdiri sejak tahun 1994 dan terus berkembang sebagai Distributor Resmi Handphone Nokia & berbagai jenis produk operator, mengundang anda untuk bergabung di berbagai posisi karir sbb :
1. Sales Counter ( SC )
2. Sales Canvaser ( CVS )
3. Leader Canvaser ( LC )
4. Sales Promotion ( SP )
5. Leader Promo ( LP )
6. Administrasi Staff ( AS )
7. Leader Administrasi ( LA )
8. Sales Handphone ( SH )
KRITERIA UMUM
- Usia maks. 25th (1) Usia maks. 30th (2,4,6 & 8) Usia min 24th,maks 34th (3,5 & 7 )
- Pend min SMU sdrjt (1,2 & 4 ), Pend min D3 ( 3,5-8 ).Nilai rata-rata 7/ IPK min 3.0
- Berbadan sehat, berpenampilan menarik,berkepribadian kuat & tidak memiliki catatan kriminal
KRITERIA KHUSUS
- Single, pria tinggi min 165 cm & wanita 160cm ( 1 & 4 )
- Mahir Operasi komputer Ms Office, Excel word & Internet ( 3,5,6-8 ) corel draw/grafis (5)
- Memiliki motor sendiri & sim c (2,4,5 & 8) Sim A (5)
- Kemampuan komunikasi bagus , jujur, teliti & cekatan (1-8)
- Memiliki kemampuan memimpin & memecahkan masalah (3,5 & 7)
- Pengalaman krj min 1th (2,3,5-8) membawahi min 3org (3,5 & 7 ), Fresh graduated (1,4)
- Mampu bekerja di bawah tekanan & target (1-8 )
- Bersedia penempatan di kota Jateng-DIY ( Semarang,Pekalongan,Batang,Pemalang,Tegal,Kudus,Purwokerto,Klaten,Solo,Purwodadi,Salatiga,Magelang,Jogjakarta dll )
- Bersedia bekerja mulai awal Januari 2010 ( 1-8 )
TULIS KODE LAMARAN,KIRIM LAMARAN LENGKAP ( CV,FC KTP,FC IJAZAH,FC TRANSKIP NILAI,FC SERTIFIKAT PELATIHAN,REFERENSI KERJA ) & FOTO TERBARU KE HRD :
- Email : hrga.jateng@para-star.com
- Jalan Taman Pekunden Timur no 30 Semarang 50134
- Ruko Taman Siswa Bisnis Centre (TSBC) Slot B-3
jl. Taman Siswa Mergangsan 160 JOGJAKARTA
- Ruko Dupan Square Blok B@-7 Depan Terminal Baros Pekalongan
- XL CENTRE PEMALANG
Jl. Jend. Sudirman 189
0
komentar
Label:
Woro-woro
LOMBA NULIS CERITO BASA PEMALANGAN
|
Diposting oleh
PortalPemalang
Pemalang adalah kota kecil yang berada di jalur Pantura, karena wilayahnya yang strategis maka bahasa yang dipakai masyarakatnya pun mengalami perkembangan-perkembangan seiring dengan pengaruh-pengaruh bahasa lain yang masuk secara cepat. Oleh karena itu, meskipun dalam satu wilayah sama, kabupaten Pemalang memiliki empat versi bahasa ngapak yang berbeda. Yaitu untuk wilayah Pemalang Kota dan sekitarnya, Comal dan sekitarnya, Petarukan dan sekitarnya serta Moga dan sekitarnya. Empat versi bahasa ngapak tersebut sampai sekarang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh penuturnya di wilayah kabupaten Pemalang.
Agar lebih memasyarakatkan dan mencintai Basa Pemalangan sekaligus memperkokoh tali siilaturahmi antar Wong Pemalang di penjuru dunia serta untuk menyemarakkan ulang tahun website Alumni SMA Negeri 1 Pemalang (www.alsmansapml.org) ke 2 tanggal 22 Oktober 2009, Forum Alumni SMA Negeri 1 menyelenggarakan kegiatan Lomba Menulis cerita Basa Ngapak Pemalangan dengan tema BEBAS
KETENTUAN LOMBA
1. Isi cerita bisa kisah nyata yang dialami sendiri atau rekaaan (fiksi atau non fiksi) dengan menggunakan “BASA NGAPAK PEMALANGAN” (Dengan dialek Pemalang Kota dan sekitarnya, Comal dan sekitarnya, Petarukan dan sekitarnya, serta Moga dan sekitarnya)
2. Naskah lomba yang dikirim adalah murni hasil karya sendiri bukan saduran, terjemahan, plagiat ataupun menjiplak sebagian atau keseluruhan dari naskah yang telah ada sebelumnya.
3. Naskah yang dikirim BOLEH yang pernah dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik atau pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis.
4. Naskah pemenang menjadi milik Forum Alumni, namun hak cipta tetap pada penulis.
5. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat.
KETENTUAN PENULISAN NASKAH
1. Peserta bisa mengirimkan lebih dari 1 karya (maksimal 3 judul) dengan jumlah halaman maksimum 3 (tiga) halaman dengan ukuran kertas folio.
2. Ditulis dalam huruf Times New Romans, ukuran huruf 12 (dua belas), dengan jarak 1½ spasi.
3. Untuk pengiriman via pos boleh diketik menggunakan ketik konvensional, dengan jarak 1½ spasi
4. Pada naskah yang dikirim disertai nama lengkap, alamat (rumah dan email), dan nomor telepon.
5. Tidak mengandung unsur SARA atau menyinggung kelompok/organisasi tertentu.
KRITERIA PENILAIAN
1. Penilaian berdasarkan pada daya tarik cerita yang kuat, komunikatif dan informatif serta kosakata Basa Pemalangan.
2. Alur cerita harus runut
WAKTU
Penutupan Lomba yang semula 5 Desember 2009 DIUNDURl 14 Januari 2010.
PESERTA
Seluruh Wong Pemalang yang berada di seluruh penjuru dunia tanpa memandang status dan profesi
PENGUMUMAN
Tanggal 24 Januari 2009 di :
* Website alumni SMA Negeri 1 Pemalang (www.alsmansapml.org)
* Warnet Metrodata
. A Yani Utara No.40 (depan eks bioskop Sri Indra) Pemalang
HADIAH PEMENANG
• Pemenang I : Rp. 2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah)
• Pemenang II : Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)
• Pemenang III : Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)
NASKAH CERITERA DIKIRIM MELALUI :
1. Email Panitia Lomba Menulis Basa Ngapak Pemalangan : ngapak_pemalangan@ yahoo.com
2. Kirim langsung ke :
* WARNET METRODATA
Jl. A Yani Utara No.40 (depan eks bioskop Sri Indra) Pemalang
CP : Adi Kuswoyo (Untung) 08179595859
* RADIO BAHANA FM
Jl. Kelud 14 Mulyoharjo Pemalang
CP : Budi Sipit 081903600781
KETUA PANITIA
ADI KUSWOYO
Waspadai Gunung Slamet
Selasa, 12 Mei 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
www.pemalangkab.go.id (27/4/2009) Belakangan ini aktifitas Gunung Api Slamet menunjukkan peningkatan, pada pemantauan dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang pada Sabtu malam, 25 April 2009 sampai Selasa, 28 April 2009 dini hari, semburan material tampak dengan durasi antara 5-15 menit dan ketinggian semburan bervariasi antara 300–800 m. Peristiwa tersebut dapat disaksikan oleh beberapa Pejabat dari Pemda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal, para wartawan media cetak dan elektronik serta penduduk sekitar dari Pos Gambuhan yang ketinggiannya 1000 m dpl.
Peningkatan aktifitas Gunung Api Slamet yang mencakup 5 wilayah kabupaten/kota, masing-masing Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Brebes, memang cukup meresahkan warga sekitar gunung, beberapa daerah bahkan sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi bencana, termasuk penyiapan pengungsian warga.
Di Kabupaten Pemalang ada 7 Desa di wilayah Kecamatan Pulosari yang dinyatakan rawan bencana, yaitu Desa Siremeng, Penakir, Clekatakan, Batursari, Jurangmangu, Gunungsari, dan Gambuhan. Desa-desa tersebut memang berada di kaki Gunung Api Slamet dan masuk dalam Kawasan Rawan Bencana II (KRB II).
Dr. Surono, Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, yang datang secara langsung untuk mengamati aktifitas Gunung Api Slamet, memberikan penjelasan kepada Dishubkominfo Kabupaten Pemalang bahwa tipe letusan gunung ini adalah hanya mengeluarkan material halus dan kasar, material halus berupa abu tersebar ke kaki gunung sedangkan material kasar jatuh kembali ke lubang kepundan dan membentuk hamparan pasir seluas 20 Ha.
Ditambahkan, letusan-letusan besar Gunung Api Slamet terjadi pada tahun 1772 dan sebelumnya, kemudian dari tahun 1772 sampai dengan 1988, hanya terjadi letusan-letusan berupa material yang jatuh lagi ke bawah, dari tahun 1922-1940 hampir tiap tahun Gunung Slamet ini meletus dan ancaman bencana yang ditimbulkan relatif kecil, lontaran materialnya hanya sampai dengan radius 2 km dari puncaknya, sedangkan bencana terburuk adalah kebakaran hutan di lerengnya karena terkena material panas.
Dari pengamatan yang dilakukan terhadap aktifitas Gunung Api Slamet, Surono mengatakan bahwa aktifitas ini masih akan berlangsung dalam waktu yang lama (± 3 bulan), untuk itu beliau mengimbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang melalui Dishubkominfo agar :
- Tidak mengijinkan kegiatan pendakian.
- Tetap waspada.
Sumber:
http://www.pemalangkab.go.id/
Foto: www.pemalangkab.go.id
1 komentar
Label:
Artikel Pilihan
Catatan dari Pemalang Adventure
Jumat, 08 Mei 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Oleh: Hengki Kik (Sip)
Portal Pemalang. Ratusan offroader dari berbagai daerah menggeber Kota Pemalang melalui ajang 434 Pemalang Adventure yang berlangsung pada Minggu (12/4) menempuh jarak 50-an kilometer dengan start dan finish di Sirandu Mall , Pemalang.
Hadiah utama berupa motbil Willys berhasil diraih offroader asal Batang, dan motor ATV diraih offroader asal Yogyakarta , Supriyono melalui undian.
Ketua Panitia 434 Pemalang Moto Adventure, Kundhi dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan kegiatan ini sekaligus menyampaikan keinginan untuk menjadikannya sebagai even tahunan.
“Saya berharap para peserta ini akan bisa berpartisipasi lagi dan kegiatan moto adventure ini akan dijadikan agenda rutin setiap tahun. Acara seperti ini juga sangat mendukung pengembangan pariwisata yang ada di Pemalang,”
Kegiatan ini kerjasama Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan Harian Pagi Nirmala Post yang didukung oleh Jarum Super, ,. Sedangkan penyelenggaranya Koni Pemalang, Jip Independent Pemalang (JIP), Ikatan Motor Mobil Pemalang.dan dibantu oleh rekan-rekan Scooterist Independent Pemalang(SIP)
Para peserta banyak yang mengacungi jempol soal track yang dipilih panitia. Walaupun tergolong extreem,
Panitia mematok biaya pendaftaran Rp 150.000,- dengan fasilitas kaos menarik dari Jarum Super, makan dan snack. Start dan finish di Alun-alun Kota Pemalang. Namun panitia membuat cadangan lokasi untuk start dan finish yaitu: kompleks Sirandu Mall.
Nanti peserta juga akan dihibur oleh Band beraliran Reaggae dari kota purwokerto (Lodse )
Kapan digelar: Panitia mematok Minggu 12 April 2009, atau selang dua hari setelah geleran Pemilu Legislatif 2009 digelar --9 April. "Ini untuk refresing setelah para maniak trail mengikuti pencontrengan di TPS-TPS, "(kik)
0
komentar
Label:
Serba-Serbi Hobi
UPACARA BARITAN
Jumat, 27 Maret 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
BARITAN
Adalah Upacara Melarung Jolen yang berisi makanan, minuman dan buah-buahan ke tengah laut. Acara ini diselenggarakan oleh para nelayan sebagai ungkapan rasa syukur. Upacara ini diikuti oleh ratusan perahu yang telah dihias berwarna-warni. Selesai upacara diadakan berbagai macam hiburan selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Baritan dilaksanakan tiap tahun sekali yaitu, tiap hari Selasa atau Jum'at Kliwon pada setiap bulan Maulud.
4
komentar
Label:
Seni Budaya
TEMPAT WISATA KAB. PEMALANG
|
Diposting oleh
PortalPemalang
PANTAI WIDURI
Lokasi di Desa Widuri Kabupaten Pemalang (+ 3 Km Utara Kota Pemalang). Pantai Widuri merupakan obyek Wisata Pantai berhawa sejuk, pohon-pohon besar dan rindang berusia ratusan tahun yang berjajar rapi sepanjang bibir pantai. Senja hari para pengunjung dapat menikmati panorama sun set yang menawan. Lapangan tenis, panggung hiburan dan sarana mainan anak-anak. Obyek Wisata ini mudah dijangkau dengan berbagai macam jenis kendaraan.
KOLAM RENANG & PERISTIRAHATAN MOGA
Lokasi di Desa Moga Kecamatan Moga (+ 41 Km arah selatan Kota Pemalang). Obyek Wisata ini berupa Kolam Renang alami dan Kawasan Peristirahatan yang berhawa sejuk yang dikitari panorama alam pegunungan. Kolam Renang Moga dilengkapi fasilitas Lapangan Tennis dan Hotel. Bagi penggemar buah-buahan tak jauh dari Obyek Wisataini terdapat kios-kios yang menyediakan aneka buah-buahan seperti nenas, alpukat dan rambutan.
CEPOKO WULUNG
Terletak di Desa Banyumudal Kecamatan Moga (+ 44 Km Selatan Kota Pemalang). Obyek Wisata ini merupakan kawasan hutan pinus dimana terdapat banyak sekali sumber-sumber mata air jernih. Cepaka wulung saat ini dilengkapi dengan fasilitas Kolam Renang Alami dan Panggung Hiburan. Obyek Wisata ini cocok untuk olah raga hiking dan camping.
CURUG SIBEDIL
Sebuah Curug dengan ketinggian + 20 meter ini terletak di Desa Sima Kecamatan Moga (+/- 46 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Dinamai Sibedil karena tidak jauh dari lokasi obyek ini terdapat sebuah batu yang bentuknya mirip sebuah bedil. Curug ini menyajikan suasana damai sehingga tempat ini cocok untuk melepas kejenuhan dari rutinitas sehari-hari.
CURUG SIPENDOK
Terletak di Desa Mandiraja Kecamatan Moga (+ 50 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Curug Sipendok memiliki ketinggian + 7 meter yang dikelilingi panorama alam pegunungan dan berhawa sejuk. Disekitar obyek ini terdapat banyak batuan artistik yang menambah asri suasana sekitar.
TELAGA SILATING
Terletak di Desa Sikasur Kecamatan Belik (+ 33 Km arah Selatan Kota Pemalang). Telaga Silating diapit oleh bukit-bukit berpanorama indah. Obyek Wisata ini amat potensial untuk wisata tirta. Pada bulan-bulan tertentu di Obyek Wisata ini dipentaskan musik dangdut yang dipagelarkan di atas panggung hiburan yang lokasinya tepat berada diatas telaga.
CURUG BENGKAWAH
Terletak di Desa Sikasur Kecamatan Belik (+ 35 Km arah Selatan Kota Pemalang) merupakan sebuah curug elok dengan ketinggian sekitar 20 meter. Curug ini mengalirkan air yang tak pernah kering dan menciptakan suasana damai sekitarnya. Bagi pecinta olah raga hiking, tempat ini amat cocok untuk tujuan rekreasi.
GUNUNG GAJAH
Terletak di Desa Gongseng Kecamatan Randudongkal (+ 35 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Gunung Gajah memiliki ketinggian + 1.100 meter dari permukaan laut. Dinamakan Gunung Gajah karena bentuknya yang mirip sosok seekor gajah. Bagi penggemar olah raga panjat tebing gunung ini menyajikan medan yang menantang. Dari puncak gunung yang sebagian besar terdiri dari bebatuan raksasa ini terhampar panorama yang indah.
GOA GUNUNG WANGI
Terletak di Desa Kuta Kecamatan Bantabolang (+ 26 Km arah Barat Daya Kota Pemalang). Gugusan Goa Gunung Wangi terdiri dari lima buah goa yaitu Goa Pengantin, Goa Buyung, Goa Laren, Goa Bandung dan Goa Siluman. Goa Buyung adalah yang terbesar dan terpanjang. Konon ujung lorongnya menembus hingga perbatasan Jawa Barat. Dibawah lorong-lorong Goa tersebut terdapat panorama bawah tanah berupa batuan Stalagtit yang dikeremangan lorong goa tampak begitu kharismatis dan menciptakan kesan mistis.
PANTAI JOKO TINGKIR
Terletak di Desa Nyamplungsari (Pemekaran dari Desa Loning) Kecamatan Petarukan (+ 12 Km Timur Laut Kota Pemalang). Obyek Wisata ini merupakan Obyek Wisata Pantai yang masih alami. Di pantai ini tersaji elok panorama laut biru, burung camar dan perahu-perahu tradisional. Senja hari banyak muda-mudi menyaksikan panorama sunset. Juga terdapat warung lesehan dengan menu ikan bakar, dengan harga yang terjangkau. Tiket masuk ke lokasi wisata hanya Rp.1500,-. Bentangan laut jawa yang luas dan desiran angin laut disela-sela pohon cemara sungguh mengasyikan sebagai tempat melepas penat.
PANTAI BLENDUNG
Terletak di Desa Blendung Kecamatan Ulujami (+ 26 Km Timur Laut Kota Pemalang). Pantai Blendung merupakan pantai yang masih alami. malam saat bulan purnama banyak muda-mudi berkumpul karena pada malam tersebut biasanya dipergelarkan acara hiburan pentas dangdut.
BUKIT MENDELEM
Terletak di Desa Mendelem Kecamatan Belik (+ 45 Km arah Selatan Kota Pemalang). Bukit ini memiliki ketinggian +/- 1.450 meter dari permukaan laut dan sebagian besar terdiri dari batuan diorit. Sepintas bukit ini tampak bagaikan pahatan pualam.Bagi penggemar olah raga panjat tebing, bukit ini amat cocok untuk tujuan rekreasi.
CURUG LAWANG
Terletak di Desa Mendelem Kecamatan Belik (+ 47 Km arah Tenggara Kota Pemalang). Curug Lawang memiliki ketinggian + 12 meter dan lokasinya terapit diantara bukit-bukit batu yang dikitari oleh panorama alam pegunungan. Tempat ini cocok untuk penggemar olah raga jalan kaki.
CURUG BARONG
Terletak di Desa Gunung Jaya Kecamatan Belik (+ 51 Km arah Tenggara Kota Pemalang). Curug dengan ketinggian + 25 meter ini terletak diantara celah bukit. Untuk mencapai lokasi curug ini perlu jalan kaki sejauh + 3 Km dengan mendaki dan menuruni bukit. Begitu sampai di kaki curug segala penat akan hilang karena menyaksikan panorama dan menikmati suasana kedamaian di curug ini.
TELAGA RENGGANIS
Terletak di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul (+ 63 Km Tenggara Kota Pemalang). Telaga Rengganis terletak diantara bukit dan hutan pinus. Obyek Wisata ini amat cocok untuk camping dan hiking. Mendirikan tenda di tepian telaga, memancing ataupun menikmati suasana alam pegunungan merupakan rekreasi yang menentramkan jiwa. Tempat ini juga cocok untuk wisata tirta.
REFERENSI
Website:
www.jawatengah.go.id/
3
komentar
Label:
Pariwisata
Grombyang Pemalang yang bikin Mak Nyuuss...
Jumat, 20 Maret 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Satu lagi kuliner kota Pemalang yang paling fenomenal adalah Nasi Grombyang, hidangan berkuah yang sepintas hampir mirip dengan soto maupun rawon. Kalau anda sempat singgah di kota Pemalang apabila melewati jalur ini, jangan lupa untuk mencicipi kuliner ini, rasanya dijamin mak nyus, perpaduan rasa yang komplit antara segar, gurih apalagi dihidangkan dengan panas wah lidah betul-betul dimanjakan. Belum berkunjung ke Pemalang kalau belum mencicipi "Nasi Grombyang".
Makanan ini merupakan makanan yang hanya ada di Pemalang dan kebanggaan warga Pemalang. Nama Grombyang berasal dari bentuk penyajian makanan ini, antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya sehingga kelihatan grombyang-grombyang (goyang-goyang). Ramuan Grombyang terdiri dari nasi, irisan daging kerbau/sapi dan kuah, disajikan dalam mangkuk kecil (yg biasa dipakai untuk bakso) dilengkapi sate kerbau/sapi.
Ciri khas Grombyang terletak pada tempat jualannya berupa kuwali besar, tempat nasi ditutupi dengan kain merah, dan penerangan remang-remang dengan lampu teplok. Ciri lainnya, pembeli menikmati hidangan dengan duduk di dingklik (kursi kecil pendek).
Tidak diketahui dengan pasti kapan makanan khas ini mulai diciptakan. Namun, menurut penuturan para orang tua di Pemalang, makanan khas Grombyang sudah ada sejak tahun 1960-an. Pada waktu itu penjual Grombyang menjual dagangannya tidak menetap seperti sekarang tetapi berkeliling kampung/desa. Penjual nasi grombyang yang terkenal yaitu Bp. H. Warso di Jl. R.E Martadinata, dekat alun-alun, Bp. H.Waridin di Sirandu, bekas terminal lama Pemalang dan Bp. Syukur yang mangkal di depan Pasar Petarukan (Pasar Baru).
Resep Grombyang Pemalang
Bahan: 500 gr daging sandung lamur, 400 gr iga sapi, 2500 ml air, 2 batang serai diambil putihnya (dimemarkan), 2 lembar daun salam, 4 sendok teh garam, 4 sendok teh gula merah sisir, 1 batang daun bawang diiris halus, 4 sendok makan minyak untuk menumis, 4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan.
Bumbu halus: 1 1/2 sendok teh ketumbar, 1/2 sendok teh merica, 7 butir bawang merah, 4 siung bawang putih, 2 buah keluwek diseduh, 50 gr kelapa parut disangrai, 1 cm jahe dan 2 cm kunyit dibakar.
Bahan sambal cabai rawit: 15 buah cabai rawit merah, 2 siung bawang putih, dan 1/8 sendok teh garam.
Cara Membuat:
- Rebus daging, iga sapi, air, serai, dan daun salam sampai empuk. Angkat. Ukur 2000 ml air kaldunya. Potong-potong daging dan iga sapi. Didihkan lagi.
- Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang rebusan daging. Masukkan garam dan gula merah. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
- Sambal cabai rawit: rebus cabai rawit merah dan bawang putih sampai layu. Angkat dan tiriskan. Tambahkan garam. Haluskan.
- Sajikan dengan cabai sambal cabai rawit dan taburan bawang merah goreng.
Referensi:
Foto & Resep: Tabloid Saji
Yang pasti kuliner ini menjadi ciri khas atau ikon Kota Pemalang diantara resep kuliner yang lainnya. Sampai jumpa pada petualangan kuliner lainnya dalam rangka menggali potensi Pemalang untuk segala bidang.
Tunggu selanjutnya di wisata kuliner lainnya antara lain:
- Makanan khas Pemalang antara lain lontong dekem, sate loso, kamir dan apem comal.
- Makanan yang terkenal adalah kepiting dan rajungan asam manis.
2
komentar
Label:
Wisata Kuliner
Empat Kabupaten di Jateng terindikasi Bakal Rawan Pangan
|
Diposting oleh
PortalPemalang
Banyak Kepala Daerah, mulai Lurah, Camat, Bupati dan Gubernur yang terperangah ketika mendapat laporan bahwa sebagian wilayahnya termasuk kategori rawan pangan. Tak kurang dari seorang Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah menyatakan kecut hatinya seusai mendengar laporan Ir. Gayatri Indah Cahyani Msi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah, bahwa di Jawa Tengah masih ada 4 Kabupaten yang rawan pangan pada Pertemuan Teknis Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.
Di hadapan tak kurang dari 200 orang peserta gubernur menunjukkan keraguannya kalau ada masyarakat di Jawa Tengah yang kurang makan dan minta kepada Kepala BKP beserta jajarannya untuk mencermati kembali data tersebut.
Gubernur juga menyampaikan bahwa adanya daerah rawan pangan tersebut bertentangan dengan data ketersediaan pangan yang juga dilaporkan pada pertemuan itu. Pada bab lain Ir. Gayatri memang melaporkan bahwa pada Tahun 2008 Jawa Tengah mengalami surplus bahan pangan penting, yaitu beras surplus 2.302.250 ton, jagung surplus 2.260.044 ton, kacang tanah surplus 130.588 ton, daging surplus 43.843 ton, telur surplus 18.285 ton. Ada 4 komoditas yang mengalami kekurangan yaitu kedelai kurang 647.104 ton, gula kurang 82.666 ton, susu kurang 188.940 ton, ikan kurang 58.297 ton.
"Bagaimana mungkin di daerah yang ijo royo-royo serta surplus beras dan jagung kok ada anggota masyarakat yang kurang makan", demikian imbuhnya.
(Bersambung)
Referensi : Tabloid Sinar Tani
0
komentar
Label:
Guntingan Peristiwa
KOMUNITAS VESPA PEMALANG
Rabu, 18 Maret 2009 |
Diposting oleh
PortalPemalang
Melongok Serba-Serba Hobi Anak Pemalang.
Oleh: Hengky Scootman
Ada banyak jenis kendaraan roda dua yang biasa melintas di kota Pemalang. Dari sepeda motor biasa, motor bebek, hingga skuter. Saat ini banyak pula produsen sepeda motor besar yang ikut bermain di skuter matik.
Harga dan fiturnya pun sangat bersaing, dari yang memiliki kapasitas mesin hanya sebesar 50 cc hingga yang tergolong moge sebesar 500 cc.
Vespa adalah salah satu merk kendaraan skuter yang modelnya sangat unik. Jika design skuter lain sudah berkembang kemana-mana, vespa tetap tampil dengan karakternya yang sangat kuat.
Nama Vespa diambil dari bahasa latin dan Italia yang artinya adalah tawon atau sejenis serangga yang bentuknya mirip gabungan antara lebah dan semut.
Awal sejarah tercipta Vespa adalah ketika Enrico Piaggio meminta bantuan seorang ahli mesin pesawat terbang untuk mendesain kendaraan murah meriah, mudah dikendarai untuk pria dan wanita, dapat membawa penumpang dan tidak membuat pakaian pengendaranya kotor ketika mengendarai.
Setelah desain selesai, Piaggio mematenkan Vespa pada bulan April 1946. Sejak itu, Vespa terjual bak kacang goreng di mana-mana dan klub penggemar skuter ini menjamur di seluruh dunia.
Skuter yang oleh beberapa orang di Pemalang disebut Motor Vespa’ atau Mio kaleng ini memiliki penggemar fanatik yang cukup banyak tersebar di seluruh pelosok Nus antara.
Di sekitar wilayah kita, terdapat sekitar empat buah klub penggemar Vespa. Salah satu yang memiliki member terbanyak adalah Scooter Independent Pemalang , yang disingkat SIP.
"Kami mengadakan pertemuan informal atau kumpul saling bertukar informasi bersama anggota klub setiap malam minggu di sekitar alun-alun kota pemalang tepatnya di wilayah selatan deket kantor Depag Pemalang," ujar sang Asep Mekanik Klub ini satu bulan sekali mereka bertemu antar klub Vespa di sekitar Pemalang, Tegal, Pekalongan bahkan ke luar kota.
Hingga saat ini, SIP memiliki jumlah anggota sebanyak 57 orang warga Pemalang pemilik skuter Vespa. Berhubung keluar masuk, anggota yang aktif hanya tinggal sekitar tinggal 35 orang saja.
Nilai tambah yang sangat menonjol adalah nilai kekeluargaan sesama anggota. Misalnya saja setiap ada pengemudi Vespa yang sedang kesusahan dijalan atau mogok, bisa dipastikan akan dibantu oleh pengendara Vespa lain yang melintas.
Malahan pernah terjadi motor Pak Dhuta mogok di tepi jalan langsung ditawarkan untuk diantar pulang dengan menggunakan mobil oleh sesama pengendara Vespa. Padahal mereka baru saja saling mengenal.
Klub yang berdiri sejak tahun 2004 dan memiliki anggota awal hanya 8 orang ini bukan hanya aktif dalam touring tetapi juga aktif berperan dalam kegiatan donor darah, bakti sosial dll.
Ada empat jenis aliran dalam klub skuter ini, yaitu yang pertama adalah aliran klasik. Selain modelnya yang antik, aliran klasik ini mempertahankan keaslian komponen atau asesoris asli. Aliran kedua adalah aliran air brush.
Berhubung teknik dan kreatifitas imajinasi gambar tanpa batas menjadikan aliran ini memiliki nilai seni yang cukup tinggi, aliran Extreme atau sekarang lebih dikenal dengan Vespa brekele adalah aliran modifikasi yang benar-benar radikal.
Misalnya Vespa yang dipanjangkan bodynya dengan menggabungkan dua unit skuter menjadi satu, atau Vespa yang dibuat serendah mungkin ground clearence-nya alias ceper, dengan barang semua ada disitu kaya model pajangan.
Terakhir adalah aliran touring style. Aliran ini berbentuk lebih macho lengkap dengan ornamen khusus touring.
Kegiatan yang pernah diikuti oleh klub ini antara lain adalah partisipasi pada pemilihan ketua IVI (Ikatan Vespa Indonesia) di Cimahi sekitar bulan september 2004.
Acara touring ke Tangerang pada tanggal April 2004, selalu aktif di acara kenduri Motor Nasional (Kemon), Festival Krakatau Lampung 2007, Camping Ground Party/c Di Buper Ragunan 2005, Java Scooteer Rendenvous (JSR) di Ciamis 2006, Jogja Bike Weeks di Yogyakarta,JSR 3 Di Magelang, Ulang Tahun Dewata scooter Club ) Bali tangal 28 Desember 2008 dan Ancol vespa party 2 tgl 22 Maret 2009 dan kegiatan yang tidak bisa kami sebutkan juga ikut Partisipasi pada kegiatan-kegiatan di kabupaten Pemalang seperti pawai-pawai dan lain-lain.
Syarat menjadi anggota SIP amat mudah yakni memiliki Vespa kondisi apapun. Sebelumnya calon anggota diharapkan ngumpul bareng-bareng dulu biar beradaptasi dengan lingkungan kami.
Tidak ada batasan senior atau yunior di dalam SIP, semua sama satu saudara, melakukan touring sejauh 300 km dan calon anggota biasanya bisa menjadi anggota plus diberikan satu ID Card sebagai identitas diri.
Saat ini Base camp SIP ada di Jalan Jenderal Sudirman Timur No.172 bisa juga website SIP si www.scootman.co.cc atau di www.friendster.com/sippemalang
Bagaimana warga Pemalang, ada yang tertarik untuk bergabung menjadi anggota? Jika ya, silakan daftar langsung dengan menghubungi sekretariat di alamat di bawah ini.
Contact : Hengky kiks, (081803908002) Dhuta (08156512639 ), Raden 08562655255 , Brekele 085642792576
3
komentar
Label:
Serba-Serbi Hobi
Dinamika Kontak Tani...
|
Diposting oleh
PortalPemalang
Sulistiyono KTNA Asal Desa Gombong
Kontak tani nasional andalan ini ternyata berasal dari desa Gombong, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang sekarang menekuni tanaman hortikultura pada lahan kawasan agropolitan.
"Sebagai anak petani kami ingin tetap menekuni usaha pertanian hortikultura, diantaranya cabai, tomat, kubis, sawi, dan bawang daun", ujar Sulistiyono Ketua Kelompok Tani/Asosiasi Petani dan Pedagang Hortikultura.
Menurut Sulistiyono, asosiasi yang didirikan oleh petani hortikultura pada kawasan agropolitan dibentu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Tidak mengherankan apabila sekarang perkembangan asosiasi mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan, yakni ditandai dengan meningkatnya jumlah anggota mencapai 125 orang.
Melalui asosiasi para anggota dapat memasarkan hasil hortikultura di sub terminal agribisnis kawasan agropolitan, yakni sarana pemasaran yang dibangun oleh pemerintah. Petani tidak usah jauh-jauh memasarkan hasil produksinya, cukup melalui sub terminal tersebut, kemudian dibeli oleh pedagang untuk dijual ke berbagai daerah, bahkan untuk ekspor.
Meski telah berhasil dibangun sub terminal agribisnis, namun petani tetap mengeluh, harga harga produksi hortikultura berfluktuasi. Khusus pada saat menjelang hari raya Idul Fitri di saat petani ingin berlebaran harga sayur-sayuran mengalami penurunan, namun sekarang sudah mulai membaik, sehingga petani dapat menikmati keuntungan.
(Bersambung)
0
komentar
Label:
Profil
Berita dari Tetangga Sebelah...
|
Diposting oleh
PortalPemalang
Pengolahan pupuk organik tersebut dikelola oleh petani setempat dengan mendayagunakan bahan baku yang ada di sekitar lingkungan, seperti jerami, kotoran ternak, maupun sampah kebun.
Bupati Banyumas Mardjoko, Rabu (18/3), mengatakan, bantuan dari setiap unit pengolahan pupuk organik bernilai Rp 40 juta. Sebagai proyek percontohan, khusus unit pengolahan pupuk organik untuk Desa Adisana diberikan bantuan tambahan berupa dana pendirian rumah pupuk sebesar Rp 60 juta.
Bupati mengatakan, proyek percontohan rumah pupuk organik di Desa Adisana itu bisa menjadi model bagi empat kecamatan lainnya penerima bantuan tersebut. Selain itu, dia mengharapkan, agar kecamatan lainnya yang belum menerima bantuan pengolahan pupuk organik tersebut bisa mulai mencoba secara swadaya.
Dengan mengolah pupuk organik secara mandiri, lanjutnya, seluruh sampah pertanian dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk. Karenanya, dia mengimbau agar petani tak lagi membakar jerami padi atau pun membuang sampah daun dari kebun. Hal itu karena bahan baku utama pupuk organik adalah kedua sampah pertanian tersebut dan juga kotoran ternak.
"Utamanya jerami, sebaiknya petani tidak membakarnya. Karena selama ini sudah menjadi kebiasaan di kalangan petani membakar jerami setelah melalui panen," katanya.
Menurut ketua kelompok tani Desa Adisana, Suwito, sebetulnya kapasitas produksi dari satu unit pengolahan pupuk organik bisa mencapai satu ton per hari. Namun karena baru sebagian kecil petani yang memanfaatkannya, sehingga produksinya belum bisa maksimal.
Sekarang ini, lanjutnya, baru ada 102 petani yang aktif bekerja memproduksi pupuk organik dengan menggunakan fasilitas bantuan pemerintah tersebut. Karena itu pula, setiap hari produksinya baru berkisar 100 kilogram per hari.
"Kami pun berusaha agar petani lainnya dapat tertarik untuk ikut memproduksi pupuk organik ini," ucapnya. Sumber: Kompas.com (18/3/2009)***
Catatan Redaksi:
Semoga Kab. Pemalang lebih peduli lagi terhadap Petani dan mengikuti jejak Kab. Banyumas.
Usaha yg patut ditiru untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk pabrikan.
Disamping itu menyelamatkan kesuburan tanah sebagai wujud dari Pertanian yang berwawasan lingkungan. "Lingkungan Terawat, Produksi meningkat, Petani Sehat".
Karena produk organik adalah yang minim oleh residu kimia (baik pupuk maupun pestisida).
0
komentar
Label:
Artikel Pilihan
Jam
Labels
- Agenda (2)
- Agribisnis (1)
- Artikel Pilihan (2)
- Cemal - Cemil (1)
- Dari Desa Ke Desa (1)
- Guntingan Peristiwa (2)
- Opini (3)
- OPINI WARGA (2)
- Pariwisata (2)
- Profil (1)
- Sela-sela Kehidupan (1)
- Seni Budaya (1)
- Seputar Pemalang (3)
- Serba-Serbi Hobi (2)
- Wisata Kuliner (2)
- Woro-woro (3)
Arsip Blog
Komen Terbaru
Blogger Pemalang
Pengikut
Bilik Komentar
Poster

RSS Feed